Mentan Amran Kumpulkan 170 Bupati, Siapkan Rp3 Triliun untuk Irigasi

Selasa, 21 Apr 2026
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat memimpin rapat koordinasi nasional bersama para bupati untuk memperkuat program irigasi dan ketahanan pangan nasional. Senin (20/4/2026). (Sumber: pertanian.go.id)
Dengarkan dgn suara Siap
4.4K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat koordinasi nasional dengan melibatkan sekitar 170 bupati dari seluruh Indonesia guna menjaga produksi pangan di tengah ancaman kemarau 2026.

Langkah ini dipimpin langsung Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Rapat Koordinasi Nasional Antisipasi Kemarau 2026 di Jakarta. Menurutnya, keterlibatan kepala daerah menjadi kunci keberhasilan program pertanian di lapangan.

Gambar konten
Sumber: Kabarpublik.id

“Sekitar 170 bupati hadir langsung, tidak diwakili. Ini penting untuk memastikan program berjalan optimal,” ujar Amran, Senin (20/4/2026).

Pemerintah mengalokasikan lebih dari Rp3 triliun untuk penguatan sistem irigasi, yang mencakup rehabilitasi jaringan, optimalisasi lahan, serta pompanisasi hingga 1,5 juta hektare.

Selain itu, sebanyak 80 ribu unit pompa disiapkan untuk mengairi hampir 1 juta hektare lahan, khususnya di wilayah yang berpotensi meningkatkan indeks pertanaman.

Distribusi anggaran dilakukan berdasarkan potensi wilayah dan kesiapan pemerintah daerah.

“Kita tidak bagi rata. Daerah yang responsif akan dipercepat,” tegasnya.

Untuk meningkatkan produksi, Kementan juga menargetkan pencetakan sawah baru seluas 30 ribu hektare serta distribusi benih tahan kekeringan guna mendorong intensitas tanam hingga dua sampai tiga kali dalam setahun.

Di sisi cadangan pangan, Amran memastikan kondisi nasional masih aman. Dalam beberapa hari ke depan, stok diproyeksikan mencapai 5 juta ton, dengan total ketersediaan yang dinilai cukup untuk kebutuhan hingga 11 bulan.

“Estimasi El Nino hanya enam bulan. Artinya stok kita lebih dari cukup,” jelasnya.

Tak hanya sektor pangan, pemerintah juga memperkuat perkebunan melalui anggaran Rp9,95 triliun pada 2026–2027. Program ini mencakup pengembangan komoditas strategis seperti tebu, kopi, kakao, kelapa, pala, dan jambu mete dengan target luas lahan hingga 870 ribu hektare.

Namun, Amran menekankan bahwa keberhasilan program bergantung pada pelaksanaan di lapangan.

“Masalah utama ada di pelaksanaan. Kalau produktivitas rendah, harus ada perbaikan menyeluruh, termasuk penggunaan bibit unggul,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pemerintah daerah agar bertanggung jawab dalam penggunaan anggaran yang telah dialokasikan.

Dengan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, Kementan optimistis penguatan irigasi dan perkebunan mampu menjaga stabilitas produksi, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat ketahanan pangan nasional.

No More Posts Available.

No more pages to load.