Rupiah Melemah ke Rp17.630 per Dolar AS Dipicu Sentimen Global dan Ketegangan Timur Tengah

Senin, 18 Mei 2026
Ilustrasi - Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (12/5/2026). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa (12/5) melemah 115 poin atau 0,66 persen menjadi Rp17.529 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.414 per dolar AS, terpengaruh ekspektasi suku bunga tinggi The Fed yang lebih lama. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/kye
Dengarkan dgn suara Siap
4K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Nilai tukar rupiah pada perdagangan Senin pagi melemah 33 poin atau 0,19 persen menjadi Rp17.630 per dolar AS. Posisi tersebut turun dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.597 per dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah dipicu sentimen risk off global setelah pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping dinilai belum memberikan solusi konkret terhadap konflik Iran dan AS.

Menurut Lukman, penguatan dolar AS terjadi di tengah aksi jual berbagai aset global, mulai dari obligasi, saham, kripto, hingga mata uang negara berkembang.

“Investor kecewa karena pertemuan Xi dan Trump tidak banyak membahas atau menawarkan solusi terkait perang AS-Iran,” ujar Lukman di Jakarta, Senin.

Dalam pertemuan tersebut, China mendorong pembukaan kembali Selat Hormuz serta mempertahankan gencatan senjata di kawasan Timur Tengah. Menteri Luar Negeri China Wang Yi menegaskan negaranya terus berupaya mendorong perdamaian dan memfasilitasi perundingan demi meredakan konflik.

Namun, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut upaya mediasi yang dipimpin Pakistan bersama AS masih menghadapi hambatan besar. Iran, kata dia, tetap menjalankan jalur diplomasi meski situasi gencatan senjata masih belum stabil.

Sementara itu, Presiden Donald Trump dikabarkan belum yakin kesepakatan antara AS dan Iran dapat segera tercapai. Negosiasi mengenai program nuklir Iran dan konflik kawasan disebut masih berlangsung tanpa hasil pasti.

Sejumlah laporan media juga menyebut Trump tengah mempertimbangkan langkah lanjutan terkait kemungkinan serangan terhadap Iran setelah pembicaraan damai belum mencapai kesepakatan.

Ketidakpastian geopolitik tersebut turut mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia. Meski China dan AS menyepakati sejumlah kerja sama, pasar dinilai lebih khawatir terhadap dampak lonjakan harga energi akibat konflik Timur Tengah.

“Kedua negara dan dunia tentu menginginkan perang segera berakhir. Namun, Iran dinilai sulit melepaskan ambisi nuklirnya sehingga pembahasan Xi dan Trump lebih banyak fokus pada hubungan bilateral kedua negara,” kata Lukman.

Ia memperkirakan nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp17.550 hingga Rp17.650 per dolar AS.

No More Posts Available.

No more pages to load.