Breaking News
Live Update Berita Terkini

Program “Mudik ke Jakarta” Dongkrak Wisata dan Penggunaan Transportasi Publik

Rabu, 25 Mar 2026
Editor: Eky
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat menghadiri halalbihalal Idulfitri 1447 Hijriah bersama aparatur sipil negara (ASN) di Pendopo Balai Kota, pada Rabu (25/3). (Sumber: Kominfotik)
Dengarkan dgn suara Siap
25.5K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Program “Mudik ke Jakarta” yang digagas Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kunjungan wisata dan penggunaan transportasi publik selama Idulfitri 1447 Hijriah.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyebut lonjakan mobilitas ini menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk beraktivitas sekaligus berwisata di ibu kota.

“Program Mudik ke Jakarta tidak hanya mendorong pergerakan ekonomi, tetapi juga meningkatkan penggunaan transportasi publik secara signifikan,” ujarnya saat menghadiri halalbihalal ASN di Balai Kota Jakarta, Rabu (25/3/26).

Data menunjukkan, jumlah pengguna MRT Jakarta mencapai 135.117 penumpang atau meningkat sekitar 59 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, LRT Jakarta mencatat 9.987 penumpang atau naik sekitar 6 persen.

Di sektor pariwisata, lonjakan pengunjung terjadi di sejumlah destinasi favorit. Kawasan Monumen Nasional mencatat 126.790 pengunjung, Taman Margasatwa Ragunan sebanyak 222.991 pengunjung, serta Ancol Taman Impian sekitar 155.000 pengunjung selama libur Lebaran.

“Angka ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi untuk menikmati Jakarta sebagai destinasi wisata sekaligus kota aktivitas,” kata Pramono.

Selain itu, nilai transaksi ekonomi dari program ini tercatat mencapai sekitar Rp21 triliun sebelum Lebaran dan diproyeksikan menembus Rp25 triliun hingga akhir Maret 2026.

Pemprov DKI Jakarta juga mencatat partisipasi sejumlah daerah dalam program promosi, seperti Semarang dan Surabaya, yang turut berkontribusi terhadap perputaran ekonomi.

Meski mobilitas meningkat, Pemprov memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal tanpa gangguan berarti. Hal ini didukung kebijakan fleksibilitas kerja melalui skema work from office (WFO) dan work from anywhere (WFA).

“Pengaturan ini memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal meskipun ada fleksibilitas kerja,” ujarnya.

Pramono menegaskan, Jakarta tetap terbuka bagi siapa saja yang ingin datang dan beraktivitas, selama memiliki kesiapan untuk berkontribusi.

No More Posts Available.

No more pages to load.