Polda Kaltim Ungkap Produksi Sabu Diduga Jaringan Internasional

Minggu, 10 Mei 2026
Suasana salah satu kawasan di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. ANTARA
Dengarkan dgn suara Siap
3.4K pembaca
BALIKPAPAN (Kabarpublik.id) – Tim 3 Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Timur (Kaltim) mengungkap produksi narkoba rumahan jenis sabu-sabu di Kota Balikpapan dengan bahan baku yang dipasok dari Malaysia diduga jaringan internasional.

Direktur Reserse Narkoba Polda KaltimΒ Kombes Pol Romy Tamtelahitu dalam keterangan yang diterima ANTARA di Balikpapan, Minggu, mengatakan produksi narkoba di sebuah rumah itu berawal dari penangkapan seorang wanita berinisial AS dengan barang bukti dua paket sabu seberat 6,23 gram dan 5,29 gram bruto.

“Setelah dilakukan pengembangan terhadap AS yang ditangkap pada Selasa (28/4) tersebut, terungkap AS merupakan kaki tangan dari seorang pria berinisial OH,” ujarnya.

Kemudian, personel Tim 3 Ditresnarkoba Polda Kaltim melakukan penggerebekan rumah OH dan menemukan laboratorium mini yang dipergunakan untuk produksi sabu-sabu di dalam kamar OH

Dia menjelaskan penyelidikan mendalam mengungkap OH merupakan seorang residivis kasus narkotika, dan mengaku memproduksi sabu-sabu sendiri untuk diedarkan di wilayah Kaltim.

“Dalam kamar OH ditemukan alat-alat dan bahan baku untuk membuat sabu, bahan baku dipasok dari Malaysia, ini bagian dari jaringan internasional,” ujarnya.

Tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, serta pengacuan pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Terkait penanganan kasus penyalahgunaan dan peredaran narkoba menjadi prioritas Polda Kaltim, Ditresnarkoba serentak melakukan penindakan untuk menjamin masyarakat terbebas dari bahaya narkoba.

Dia juga mengimbau masyarakat agar jangan segan memberikan informasi melalui layanan 110 atau kanal lainnya, jika menemukan indikasi peredaran narkoba di wilayahnya. (ant)

No More Posts Available.

No more pages to load.