Breaking News
Live Update Berita Terkini

Pemprov DKI Percepat Revitalisasi Kota Tua, MRT Jadi Kunci Transformasi

Kamis, 9 Apr 2026
Editor: Eky
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dalam kegiatan dialog di Balai Kota, Kamis (9/4/26). (Sumber: jakarta.go.id)
Dengarkan dgn suara Siap
50.1K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk mempercepat revitalisasi kawasan Kota Tua Jakarta sebagai pusat sejarah, budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyebut pengembangan transportasi publik terintegrasi, khususnya MRT Jakarta, akan menjadi faktor utama dalam transformasi kawasan tersebut.

“Game changer Kota Tua adalah MRT. Ketika MRT tersambung hingga Kota Tua pada 2029, kawasan ini akan berubah signifikan,” ujar Pramono dalam kegiatan dialog di Balai Kota, Kamis (9/4/26).

Selain MRT, Pemprov DKI juga mendorong elektrifikasi jalur kereta eksisting di wilayah utara Jakarta, termasuk rute menuju Tanjung Priok dan Jakarta International Stadium (JIS). Langkah ini dinilai dapat meningkatkan konektivitas sekaligus menekan emisi.

Pramono menjelaskan, pemanfaatan jalur kereta nonlistrik menjadi listrik akan dilakukan secara bertahap, dengan panjang rute sekitar 16 kilometer pada tahap awal dan berkembang hingga 28 kilometer pada tahap berikutnya.

Pemprov DKI juga menekankan pentingnya pelestarian kawasan cagar budaya, seperti Kota Tua, Pasar Baru, dan Glodok (Pecinan), termasuk rencana pembangunan museum sebagai bagian dari penguatan identitas sejarah Jakarta.

Revitalisasi dilakukan secara bertahap dengan pendekatan inklusif agar dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat. Pemerintah juga menargetkan kawasan ini menjadi destinasi wisata unggulan yang ramah bagi semua kalangan.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyebut revitalisasi Kota Tua sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global berbasis sejarah dan budaya.

Ia menjelaskan, pengembangan kawasan mengacu pada empat pilar utama, yaitu pusat edukasi, ekonomi kreatif, budaya dan pariwisata, serta kawasan berbasis transportasi terintegrasi (transit-oriented development).

Pemprov DKI juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemilik aset dan pelaku usaha, guna menciptakan ekosistem kawasan yang berkelanjutan dan menarik bagi investasi.
Pada tahap awal, revitalisasi difokuskan pada zona inti seperti kawasan Museum Bahari dan Alun-alun Fatahillah, termasuk penataan parkir dan pedagang kaki lima (PKL).

Ke depan, pemerintah juga mengkaji pengembangan transportasi rendah emisi seperti trem yang terintegrasi dengan MRT.
Pemprov DKI optimistis revitalisasi Kota Tua akan menjadikan kawasan tersebut sebagai destinasi wisata berkelas dunia sekaligus simbol kebanggaan Jakarta menjelang 500 tahun usia kota pada 2027.

No More Posts Available.

No more pages to load.