JAKARTA (kabarpublik.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara memperkuat langkah antisipasi banjir rob dan genangan di wilayah pesisir menyusul prediksi pasang air laut pada April 2026. Upaya ini dilakukan agar aktivitas masyarakat tetap berjalan normal di tengah potensi cuaca ekstrem.
Kepala Seksi Pemeliharaan Drainase Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara, Yudo Widiatmoko, mengatakan potensi banjir rob diperkirakan terjadi pada 19 April 2026 dengan ketinggian muka air laut mencapai sekitar 1,15 meter.
“Semoga kondisi tetap kondusif dan aktivitas masyarakat tidak terganggu,” ujarnya, Kamis (26/3/26).
Sejumlah titik rawan rob tersebar di beberapa wilayah. Di Kecamatan Penjaringan, lokasi yang perlu diwaspadai antara lain Kapuk Raya, Muara Angke, Pelabuhan Nizam Zachman, kawasan Baywalk Pluit, serta tanggul Pelindo Muara Baru.
Di Kecamatan Pademangan, genangan kerap terjadi di Jalan Lodan Raya, Ancol Timur Utara, dan Jalan Ketel Uap. Sementara di Kecamatan Cilincing, wilayah rawan meliputi Marunda Pulo dan Marunda Makmur, khususnya di sekitar MTs Al Kasyaf.
Adapun di Kecamatan Tanjung Priok dan Koja, titik rawan genangan berada di Jalan RE Martadinata dan Jalan Arteri Kali Sunter.
Untuk mengantisipasi rob, Pemkot Jakarta Utara telah menyiapkan berbagai langkah, seperti pembangunan dan peninggian tanggul, pengerukan lumpur kali, pemasangan tanggul darurat, serta pengoperasian pompa air di lokasi rawan.
Sebanyak 150 personel Pasukan Biru disiagakan, didukung 20 unit pompa apung, 16 pompa mobile, dan delapan stasiun pompa lengkap dengan operator.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Jakarta Utara, Fredy Setiawan, menekankan pentingnya pengecekan langsung di lapangan guna memastikan kesiapan penanganan rob.
Ia menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk mempercepat langkah mitigasi dan sinkronisasi data kebencanaan. Peninjauan lapangan dijadwalkan pada 30–31 Maret untuk memastikan kesiapan infrastruktur, termasuk tanggul, saluran air, dan perahu karet.
“Antisipasi jalur protokol sangat penting. Jangan sampai akses utama lumpuh akibat genangan,” tegasnya.
Selain itu, jajaran kelurahan dan kecamatan diminta aktif membersihkan saluran air dari berbagai hambatan guna memperlancar aliran air saat terjadi peningkatan debit.
Langkah ini diharapkan mampu meminimalkan dampak sosial dan ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir rob di Jakarta Utara.






