Investigasi dilakukan kepolisian Malaysia (PDRM), Kementerian Perhubungan Malaysia (MOG), Badan Pengawasan dan Perlindungan Perbatasan Malaysia (AKPS) serta Grup Aviasi Malaysia (MAG).
Informasi yang dihimpun ANTARA di Kuala Lumpur, Senin, polisi Malaysia masih menyelidiki cara MSO lolos dari pemeriksaan Bandara Internasional Kuala Lumpur.
Sementara Direktur Jenderal Badan Pengawasan dan Perlindungan Perbatasan Malaysia (AKPS) Mohd Shuhaily Mohd Zain menyatakan setiap kru penerbangan di Malaysia melalui pemeriksaan ketat di bandara.
Menurut Shuhaily, setiap pelaku memiliki modus untuk dapat melakukan tindak pidana seperti penyelundupan. Hal tersebut, kata dia, yang kini tengah diselidiki kepolisian Malaysia.
Otoritas Malaysia menegaskan tidak akan berkompromi apabila ada keterlibatan oknum petugas yang membantu MSO dapat melenggang dari KLIA (Kuala Lumpur International Airport)
dengan narkobanya.
Adapun Grup Aviasi Malaysia sendiri juga menyatakan akan meningkatkan prosedur pemeriksaan terhadap seluruh kru pesawat.
Sebelumnya, petugas Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta berhasil menggagalkan aksi penyelundupan 70.144 butir ekstasi seberat 26 kg yang dilakukan seorang kopilot asal Malaysia, MSO.
Dalam aksinya MSO menggunakan modus memanfaatkan jalur kru pesawat, yang berbeda dengan jalur penumpang umum.
Di media sosial, sejumlah netizen Malaysia turut mempertanyakan prosedur pemeriksaan terhadap kru pesawat di Bandara KLIA, lantaran MSO bisa lolos terbang dengan membawa koper berisi narkoba, dan yang bersangkutan juga diduga dalam pengaruh narkoba. (ant)






