Breaking News
Live Update Berita Terkini

Mewakili Kepala Dinas, Sekretaris Dinas Kehutanan Provinsi Resmi Buka Workshop SSF

Selasa, 7 Mar 2023
Editor: redaksi
Sekretaris Kehutanan Provinsi Maluku Utara, Achmad Zakih, S.Hut, M. Si. [Istimewa]
Sekretaris Kehutanan Provinsi Maluku Utara, Achmad Zakih, S.Hut, M. Si. [Istimewa]
Dengarkan dgn suara Siap
51.1K pembaca

Laporan : Yadi / Editor : YR

Maluku Utara [kabarpublik.id] – Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara,
H. M. Sukur Lila, diwakili oleh Sekretaris Achmad Zakih resmi membuka Workshop perencanaan proyek Strengthening Of Social Forestry In Indonesia (SSF) Halmahera Barat Tahun 2023 yang digelar oleh Balai Perhutanan Sosial dan Kementerian Lingkungan Wilayah Maluku-Papua

Sekretaris Dinas Kehutanan, Ahmad Zakih saat membacakan sambutan Kepala Dinas mengatakan, Perhutanan Sosial merupakan program yang saat ini menjadi salah satu fokus pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan, dan sekaligus menciptakan model pengelolaan hutan yang efektif.

“Program Perhutanan Sosial itu memiliki tiga pilar, yaitu lahan, kesempatan berusaha, dan sumber daya manusia. Melalui program ini pemerintah memberikan akses kepada masyarakat di sekitar hutan untuk berusaha di dalam kawasan hutan dengan mengelola dan memberdayakan hutan,” ucapnya di Muara Maal Kota Ternate, Selasa, 07 Maret 2023.

Pemerintah telah mengalokasikan 12,7 juta hektar untuk Program Kehutanan Sosial atau PS sebagai upaya pemerataan ekonomi masyarakat melalui 5 skema, yakni Hutan Kemasyarakatan (HKm), Hutan Desa (HD), Hutan Tanaman Rakyat (HTR), Hutan Adat, dan Kemitraan Kehutanan.

“Keseriusan pemerintah dalam mendukung program Perhutanan Sosial tidak hanya sebatas pemberian akses kelola atau persetujuan Perhutanan Sosial, akan tetapi juga pada aspek pendampingan program lanjutan masyarakat Perhutanan Sosial,” ungkap Achmad Zakih.

Upaya pendampingan yang dilakukan terhadap Program Perhutanan Sosial selama ini oleh pemerintah Indonesia ia mengatakan, rupanya mendapat perhatian dari banyak pihak di dunia, salah satunya The International Bank For Reconstruction And Development (World Bank).

Melalui program kerja sama hibah antara Global Environment Facility atau GEF yang di danai oleh Bank Dunia dengan Pemerintah Indonesia yang dilaksanakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sehingga melaksanakan proyek SSF atau penguatan Perhutanan Sosial di 4 provinsi salah satunya Maluku Utara lokus kerjanya di Kabupaten Halmahera Barat.

“Kita patut bersyukur karena Kabupaten Halbar dipilih sebagai salah satu lokasi proyek SSF. Ini akan memberikan penguatan dari berbagai aspek pendukung Program Perhutanan Sosial, melalui dari aspek regulasi daerah, kelembagaan di daerah, fasilitas izin, penguatan kelola kawasan, kelola usaha dan kelola kelembagaan sosial, penguatan akses pasar, dan sebagainya,” ujarnya.

Achmad menjelaskan, tujuan proyek SSF adalah untuk meningkatkan hak akses masyarakat terhadap kawasan hutan pada areal prioritas untuk pengembangan Perhutanan Sosial. Ada terdapat tiga kegiatan utama pada proyek SSF, pertama, penguatan kebijakan dan kelembagaan untuk mendukung Perhutanan Sosial. Kedua, penguatan kapasitas masyarakat dalam mengelola kawasan hutan melalui skema Perhutanan Sosial. Ketiga monitoring dan evaluasi.

“Capaian proyek SSF di Kabupaten Halbar pada tahun 2022 sangat menggembirakan karena terdapat 23 kelompok yang telah diberikan persetujuan Perhutanan Sosial dengan luas 17. 511 hektar. Dan yang sedang dalam proses persetujuan sebanyak 17 kelompok dengan luas 13.380 Ha. Capaian ini telah melampaui target luasan yang diberikan, yakni 20.000 Ha,” sebutnya.

Selain itu, pada kegiatan pasca persetujuan Perhutanan Sosial telah dilaksanakn pendanaan batas pada 32 kelompok PS seluas 17.615 Ha, pembuatan ruang atau zonasi areal PS, serta penyusunan 36 dokumen RUPA dan 32 dokumen Rencana Kerja Tahunan atau RKT.

“Saya yakin capaian proyek SSF di Kabupaten Halmahera Barat tahun 2022 tidak mungkin bisa diraih tanpa adanya dukungan perencanaan yang baik dan pelaksanaan rencana yang konsisten. Semoga melalui kegiatan ini dapat menghasilkan perencanaan yang baik, dan bisa menjawab tantangan kedepan,” harapnya.

Lanjut, serta perencanaan yang bisa menjadi sarana mewujudkan tujuan proyek, perencanaan yang mampu menguatkan komitmen kerja, menanamkan jiwa profesionalitas, dan membangun kolaborasi para pihak terkait untuk menyukseskan proyek SSF di Halbar.

No More Posts Available.

No more pages to load.