Menhub Pastikan Pemulihan Transportasi Pascabencana Sumatra Dipercepat

Rabu, 31 Des 2025
Petugas mengoperasikan alat berat untuk mengangkut lumpur dan kayu gelondongan yang menghalangi badan jalan lintas penghubung Kabupaten Aceh Timur dengan Kabuopaten Gayo Lues di Lokop, Serbajadi, Aceh Timur, Aceh, Senin (22/12/2025). Foto: ANTARA FOTO/Irwansyah Putra
Dengarkan dgn suara Siap
30.3K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bergerak cepat dalam upaya pemulihan pascabencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra. Pemerintah memastikan anggaran telah disiapkan untuk memperbaiki infrastruktur transportasi yang terdampak.

Hal tersebut disampaikan Menhub Dudy dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana Sumatra yang digelar di Banda Aceh, Aceh, Selasa (30/12). Rapat tersebut dihadiri pimpinan DPR RI, kementerian dan lembaga terkait, serta pemerintah daerah terdampak bencana.

“Kami sudah menghitung dan mengalokasikan anggaran. Insya Allah, setelah akses jalan nasional kembali terbuka, perbaikan akan segera dilakukan,” ujar Dudy.

Ia menjelaskan, bencana banjir dan longsor di Sumatra tidak berdampak signifikan terhadap infrastruktur bandara dan pelabuhan. Kerusakan terbesar justru terjadi pada sektor transportasi darat dan perkeretaapian.

“Terkait perkeretaapian, kami masih melakukan survei karena dampaknya cukup berat. Banyak jalur rel yang tersapu air, sehingga kebutuhan anggarannya sedang kami hitung kembali,” jelasnya.

Menhub juga membuka ruang kerja sama dengan pemerintah daerah yang terdampak bencana. Baik gubernur maupun bupati dipersilakan mengajukan dukungan transportasi sesuai kebutuhan di lapangan.

“Kami terbuka untuk bekerja sama, baik terkait kebutuhan kapal laut maupun penerbangan. Silakan diajukan, kami akan membantu semaksimal mungkin,” tegasnya.

Sebagai bagian dari penanganan pascabencana, Kemenhub telah mengambil langkah konkret di seluruh moda transportasi. Di sektor transportasi darat, upaya dilakukan melalui distribusi logistik ke satuan pelayanan terdampak, pengoperasian angkutan jalan dan penyeberangan perintis, perbaikan fasilitas terminal, serta pemanfaatan UPPKB sebagai rest area sementara di tengah kepadatan lalu lintas akibat akses jalan terputus.

Pada sektor transportasi laut, Kemenhub mengerahkan kapal kenavigasian, kapal patroli KPLP, angkutan laut dan perintis, serta mendukung pengiriman logistik bersama para pemangku kepentingan. Posko darurat penggalangan bantuan juga dibentuk di sejumlah titik.

Dari sisi transportasi udara, Kemenhub mengoperasikan pesawat dan helikopter, menambah rute penerbangan seperti Rembele–Medan, Banda Aceh–Rembele, Banda Aceh–Gayo Luwes, serta Medan–Gayo Luwes. Selain itu, posko bantuan didirikan dan pesawat Balai Kalibrasi disiagakan untuk mendukung distribusi logistik ke wilayah terdampak.

Sementara itu, pada sektor perkeretaapian, Kemenhub telah menangani sejumlah jalur kereta api yang rusak di Provinsi Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Jalur-jalur tersebut kini telah kembali beroperasi normal.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Gubernur Aceh Muzakkir Manaf, sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, serta para kepala daerah dari wilayah terdampak bencana di Sumatra.

No More Posts Available.

No more pages to load.