Breaking News
Live Update Berita Terkini

Menhub Dudy Tegaskan Keselamatan Penerbangan Jadi Prioritas Jelang Angkutan Lebaran 2026

Kamis, 26 Feb 2026
Editor: Eky
Foto: Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. (Sumber: dephub.go.id)
Dengarkan dgn suara Siap
36K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan keselamatan penerbangan merupakan prioritas strategis pemerintah, bukan sekadar kewajiban regulasi, melainkan mandat negara.

Penegasan tersebut disampaikan dalam CEO Safety Meeting 2026 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Jakarta, Rabu (25/2/26).

Menurut Dudy, dalam kerangka Asta Cita Kabinet Merah Putih, pemerintah menargetkan Indonesia menjadi negara maju, berdaulat, dan berdaya saing dengan konektivitas nasional kuat, logistik efisien, serta pelayanan publik berkualitas. Sektor transportasi, termasuk penerbangan, memegang peran sentral dalam mewujudkan agenda tersebut.

“Tanpa keselamatan tidak akan ada konektivitas, pertumbuhan ekonomi, dan kepercayaan publik. Keselamatan adalah fondasi pembangunan nasional,” tegasnya.

Ia menambahkan, gangguan keselamatan akan berdampak pada distribusi logistik, sektor pariwisata, investasi, hingga reputasi Indonesia di mata dunia. Karena itu, keselamatan penerbangan harus menjadi prioritas utama industri.

Dudy menekankan, keselamatan bukan hanya pemenuhan regulasi, tetapi komitmen moral dan tanggung jawab hukum. Setiap kebijakan perusahaan harus menjadikan keselamatan sebagai dasar utama pengambilan keputusan.

Penguatan sistem keselamatan ini sekaligus menjadi persiapan menghadapi Angkutan Lebaran 2026 yang diproyeksikan mengalami lonjakan penumpang. Menhub mengingatkan maskapai agar tidak menurunkan standar keselamatan saat tekanan operasional meningkat.

Pemeriksaan kelaikudaraan, kesiapan awak pesawat, kelengkapan dokumen teknis, prosedur operasional, hingga aspek human factor harus dipastikan sesuai standar. Ramp check diminta dilakukan secara konsisten dan tanpa toleransi terhadap pelanggaran.

“Saat peak season Lebaran, disiplin keselamatan benar-benar diuji. Tidak boleh ada kompromi,” ujarnya.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menambahkan pimpinan maskapai memiliki tanggung jawab langsung terhadap efektivitas sistem keselamatan di perusahaan masing-masing. Ia menekankan pentingnya budaya pelaporan terbuka dan pengelolaan risiko berbasis data untuk mencegah insiden.

Dalam forum tersebut, regulator juga memaparkan evaluasi keselamatan nasional berdasarkan indikator Effective Implementation (EI) ICAO serta target Rencana Keselamatan Penerbangan Nasional 2024–2026.

Pemerintah memastikan peningkatan mobilitas udara selama periode Lebaran tetap berjalan aman dan andal, dengan keselamatan penumpang sebagai prioritas tertinggi.

No More Posts Available.

No more pages to load.