Breaking News
Live Update Berita Terkini

Kebersihan Museum Geusan Ulun Sumedang Disorot, Pengunjung Harap Ada Pembenahan

Minggu, 5 Jul 2026
Editor: Eky
Dengarkan dgn suara Siap
5.5K pembaca

SUMEDANG (kabarpublik.id) – Kondisi kebersihan Museum Geusan Ulun yang berada di Kompleks Keraton Sumedang Larang, Kabupaten Sumedang, menjadi sorotan sejumlah pengunjung dan pemerhati budaya. Museum yang menyimpan berbagai koleksi bersejarah, seperti Mahkota Binokasih, pusaka kerajaan, kereta kencana, hingga koleksi harimau yang diawetkan, dinilai memerlukan perhatian lebih dalam aspek perawatan dan pengelolaan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah etalase kaca yang digunakan untuk menyimpan koleksi pusaka dan Mahkota Binokasih tampak berdebu dan kurang terawat. Kondisi tersebut dinilai dapat mengurangi kenyamanan pengunjung sekaligus memengaruhi citra museum sebagai salah satu pusat pelestarian sejarah dan budaya di Kabupaten Sumedang.

Selain itu, fasilitas toilet di area museum juga dilaporkan kurang terjaga kebersihannya. Pencahayaan di beberapa ruangan museum dinilai belum optimal, sehingga suasana di dalam gedung terkesan redup dan kurang nyaman bagi pengunjung.

Museum Geusan Ulun sendiri menyimpan sejumlah koleksi bersejarah bernilai tinggi, termasuk kereta kencana serta tiga ekor harimau yang telah diawetkan. Namun, penataan dan kebersihan area pameran dinilai belum sepenuhnya mencerminkan nilai sejarah dan budaya yang terkandung dalam koleksi tersebut.

Pemerhati lingkungan dan budaya, Andy Java, menyampaikan keprihatinannya setelah mengunjungi museum tersebut. Menurutnya, pengelola perlu memberikan perhatian lebih terhadap aspek kebersihan selain upaya pelestarian koleksi.

“Ini adalah museum sejarah yang menyimpan identitas dan warisan budaya bangsa. Selain menjaga kelestarian koleksi, kebersihan dan kenyamanan pengunjung juga harus menjadi perhatian utama. Jika etalase berdebu dan fasilitas kurang terawat, tentu akan memengaruhi pengalaman pengunjung. Sumedang memiliki kekayaan budaya warisan leluhur yang harus dijaga dan dilestarikan bersama,” ujar Andy, Sabtu (4/7/2026).

Andy menilai Museum Geusan Ulun memiliki peran penting sebagai pusat edukasi sejarah bagi masyarakat maupun wisatawan. Oleh karena itu, perawatan dan pengelolaan secara menyeluruh dinilai perlu segera dilakukan.

Hal serupa disampaikan salah seorang pengunjung yang berharap pengelola dapat meningkatkan kualitas perawatan museum.

“Saya datang untuk melihat langsung koleksi pusaka dan Mahkota Binokasih. Namun, kondisi kaca etalase yang berdebu, pencahayaan yang kurang, serta fasilitas toilet yang belum optimal cukup disayangkan. Padahal, ini merupakan aset budaya Sumedang yang seharusnya dapat menjadi kebanggaan masyarakat dan menarik lebih banyak wisatawan,” ujarnya.

Museum Geusan Ulun hingga kini tetap menjadi salah satu destinasi wisata sejarah dan budaya unggulan di Kabupaten Sumedang. Dengan nilai historis dan budaya yang tinggi, pengelola bersama pemerintah daerah diharapkan dapat segera melakukan pembenahan, khususnya pada aspek kebersihan, pencahayaan, serta fasilitas pendukung, sehingga museum dapat terus menjadi kebanggaan masyarakat Sumedang dan daya tarik wisata budaya di Tatar Sunda.

No More Posts Available.

No more pages to load.