Breaking News
Live Update Berita Terkini

Kebangkitan Durian Indonesia, Kekuatan Baru Industri Durian Global

Senin, 17 Nov 2025
Editor: Eky
Direktur asosiasi durian internasional, Julia bersama Sekretaris Jenderal asosiasi perkebunan durian Indonesia, Aditya Pradewo. (Foto: Apdurin)
Dengarkan dgn suara Siap
12.1K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Delapan perusahaan Indonesia lolos verifikasi ekspor ke Tiongkok dan siap bersaing secara global, secara resmi Indonesia telah bergabung sebagai anggota asosiasi Durian International di forum puncak internasional kedua mengenai inovasi dan pengembangan durian dengan mengusung tema “Pemberdayaan Digital dan Kolaborasi Internasional”.

Acara ini diselenggarakan oleh Asosiasi Durian International di kegiatan China International Import Expo (CIIE) ke-8 yang berlokasi di National Exhibition and Convention Center (Shanghai), pada 6 sampai 10 November 2025.

Forum ini juga menghadirkan perwakilan dari Indonesia, Thailand, dan para pemangku kepentingan untuk membahas peluang industri durian global.

Dalam sambutannya, Konsul Jenderal Republik Indonesia di Shanghai, Berlianto Situngkir menyampaikan bahwa durian kini menjadi salah satu sektor perkebunan Indonesia yang tumbuh paling pesat dan memiliki potensi internasional yang sangat besar.

Dia menjelaskan Indonesia memiliki kondisi alam yang unggul, keanekaragaman varietas melimpah, serta banyak pulau di Indonesia yang memiliki basis budidaya durian berkualitas tinggi.

“Dalam beberapa tahun terakhir, produk durian beku asal Indonesia telah berhasil menembus pasar Tiongkok dan akses pasar untuk durian segar kini menjadi target utama pada tahap pengembangan berikutnya,” kata Berlianto dalam keterangannya, Senin (17/11).

Berlianto menegaskan bahwa pemerintah Indonesia secara aktif mendorong modernisasi pertanian dan transformasi digital.

Menurutnya, pemerintah Indonesia juga berkomitmen untuk meningkatkan standar budidaya dan sistem karantina agar ekspor durian segar dapat sepenuhnya memenuhi persyaratan dalam dua tahun mendatang.

“Durian bukan sekadar komoditas ekonomi, melainkan simbol internasionalisasi dan pertumbuhan berkualitas tinggi sektor pertanian
Indonesia,” lanjutnya.

Sekretaris jenderal asosiasi perkebunan durian Indonesia, Aditya Pradewo. (Foto: Apdurin)

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia (APDURIN) Aditya Pradewo menjelaskan Badan Karantina Indonesia (BARANTIN) bersama GACC (General Administration of Customs of the People’s Republic of China) telah menandatangani naskah Protokol Ekspor Durian Beku asal Indonesia tujuan Tiongkok.

“Dan saat ini sudah ada 8 perusahaan yang lolos verifikasi dan dapat melaksanakan ekspor durian beku ke Tiongkok,” tutur Aditya.

Dia lantas mengapresiasi upaya kerja sama yang telah dilakukan oleh Dewan Ekonomi Nasional, Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Badan Karantina Indonesia, Badan Pangan Indonesia, kementerian kordinator lapangan, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beijing, dan pemerintah daerah yang terkait.

“Jadi, kami bertujuan untuk membawa durian Indonesia ke pasar internasional bukan semata-mata untuk memperluas ekspor, tetapi juga untuk meningkatkan nilai ekonomi dan martabat para petani Indonesia,” jelasnya.

Selain itu, permintaan global terhadap durian terus meningkat, terutama di Tiongkok, Thailand, Malaysia, Vietnam, dan negara-negara ASEAN lainnya, di mana durian telah menjadi simbol kemewahan dan cita rasa eksotis Asia.

“Kami percaya bahwa dengan membawa durian Indonesia ke dunia, identitas nasional, kebanggaan, serta cita rasa autentik Nusantara ke panggung global,” jelasnya.

Aditya menambahkan bahwa sebagai anggota resmi Asosiasi Durian Internasional, APDURIN bekerja sama erat dalam percepatan pembangunan di bidang budidaya digital, pengendalian mutu, serta sertifikasi internasional.

“Dalam kolaborasi tersebut, APDURIN dan Asosiasi Durian Internasional sedang mengembangkan sistem penanaman durian digital seluas 5.000 hektare selama tiga tahun, guna mewujudkan model manajemen berstandar tinggi yang dapat ditelusuri dan dinilai pada setiap tahap produksi” ungkap Aditya.

Langkah ini menjadi fondasi kuat bagi persiapan durian segar Indonesia untuk memasuki pasar Tiongkok di masa mendatang.

Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia (APDURIN) lahir dari semangat para petani untuk mengangkat potensi durian Nusantara ke panggung dunia.

Melalui pelatihan dan pembelajaran, para petani durian di berbagai daerah di Indonesia kini menemukan harapan baru melalui kerja sama dengan Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia (APDURIN).

“Dan melalui pendampingan langsung di lapangan, APDURIN membantu para petani beralih dari metode tradisional menuju sistem budidaya modern yang berbasis data dan teknologi,” tururnya.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Asosiasi Durian Internasional, Liu Feng menyatakan kebangkitan pesat industri durian Indonesia menandai dimulainya babak baru dalam pola industri durian global.

Dia menjelaskan Asosiasi Durian Internasional akan terus memberikan dukungan teknologi, standarisasi, dan pengembangan merek secara terbuka dan kolaboratif untuk membantu Indonesia menjadi penggerak penting dalam industri durian dunia.

“Indonesia sedang bertransformasi dari pertanian berbasis sumber daya menuju pertanian cerdas melalui inovasi teknologi dan kelembagaan. Model ini patut menjadi teladan bagi seluruh kawasan di Asia Tenggara,” jelas Liu Feng.

No More Posts Available.

No more pages to load.