Breaking News
Live Update Berita Terkini

Kantor Bahasa Malut Gelar Pelatihan Pengajar Utama Revitalisasi Bahasa Ternate

Selasa, 14 Mar 2023
Editor:
Sri Riziky Manalu, Widya Bahasa Ahli Pratama. [Istimewa]
Dengarkan dgn suara Siap
7.6K pembaca

Laporan : Yadi
Editor : YR

MALUKU UTARA [kabarpublik.id] – Kantor Bahasa Provinsi Maluku Utara menggelar pelatihan Pengajar Utama Revitalisasi Bahasa Ternate di Kota Ternate, bertempat di Sahid Bela Kota Ternate, Selasa, 14 Maret 2023.

Pelatihan tersebut melibatkan guru bahasa daerah Ternate atau guru yang fasih berbahasa Ternate tingkat SD/sederajat, SMP/sederajat, dan komunitas sebanyak 55 orang peserta.

Sri Rejeki Manalu selaku ketua panitia ketika dikonfirmasi menjelaskan, pelatihan ini sebagai tindak lanjut dari Rapat Koordinasi dan Diskusi Kelompok Terumpun (DKT) Revitalisasi Bahasa Daerah Provinsi Maluku Utara Tahun 2023 yang dilaksanakan beberapa hari lalu di Hotel Emerald Kota Ternate.

“Tujuan dari pelatihan ini menghasilkan para pengajar yang mampu mengimbaskan ilmunya kepada pengajar di daerahnya dan menjadi pemantau dalam pembelajaran revitalisasi bahasa daerah. Bahkan tadi peserta menyampaikan kalau boleh diimbaskan juga ke kelurahan setempat,” ujarnya kepada media ini usai dari kegiatan tersebut.

Kantor Bahasa rencananya akan melakukan pemantauan ke sekolah-sekolah dan komunitas setelah pelatihan ini atau usai lebaran. Pemantauan tersebut bertujuan melihat hasil dari proses pembelajaran bahasa Ternate yang diperoleh peserta melalui kegiatan pelatihan yang diselenggarakan Kantor Bahasa. Realisasi tujuan pelatihan ini dapat teridentifikasi melalui pemantauan.

“Kalau misalnya hal ini tidak terealisasi, Kantor Bahasa akan melakukan evaluasi. Nantinya Kantor Bahasa juga akan menggelar selebrasi dari revitalisasi ini, yaitu Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat provinsi sekitar bulan Oktober,” sebutnya.

Dikatakan hal ini sudah disampaikan kepada Kepala Dinas Kebudayaan Kota Ternate. Selain itu, terkait dengan pergeseran bahasa Ternate ini perlu didiskusikan bersama di daerah. Sebab menurutnya, umur 50 tahun ke bawah banyak memakai Bahasa Melayu Ternate, sementara umur 50 ke atas masih menggunakan bahasa Ternate.

“Harapan kami, pemerintah daerah setempat mendukung penuh program revitalisasi bahasa daerah agar bahasa tersebut tidak punah sesuai dengan perkembangan zaman saat ini,” tutup Sri, Widyabasa Ahli Pertama. #[KP]

No More Posts Available.

No more pages to load.