TOKYO (Kabarpublik.id) – Sekitar 40 stasiun kereta dan gedung komersial di Jepang telah menerapkan sistem kecerdasan buatan (AI) pencegah bunuh diri yang disebut telah berhasil menyelamatkan sedikitnya dua orang.
Perusahaan teknologi Asilla Inc. yang berbasis di Tokyo mengembangkan sistem tersebut melalui analisis perilaku yang terekam kamera pengawas untuk menilai kemungkinan seseorang mencoba mengakhiri hidupnya dengan cara melompat.
Sistem itu memantau berbagai perilaku berisiko, seperti mondar-mandir atau berlama-lama di dekat tepi peron stasiun atau atap gedung.
Ketika mendeteksi tanda-tanda tersebut, sistem akan mengirim peringatan kepada petugas keamanan dan staf stasiun. Dalam beberapa kasus, peringatan juga disampaikan melalui pengeras suara.
- KOTA TASIKMALAYA TANGGAP DARURAT BENCANA WABAH CORONA, WALI KOTA TURUN KE JALAN LAKUKAN SOSIALISASI
- Integrasi NIB dan NOP Akan Diuji Coba di Kota Tangsel, Wamen Ossy Harapkan Keakuratan Data dan Peningkatan Pendapatan Daerah
- Jakarta Hajatan Ke-495, Anies Dorong Ekosistem Kolaborasi Disetiap Lapisan Masyarakat
Dalam salah satu kasus, sistem mendeteksi seorang pria berada di area yang tidak dapat diakses pengunjung di sebuah fasilitas komersial.
Setelah dihampiri petugas keamanan, pria tersebut mengaku berniat mengakhiri hidupnya dengan melompat, menurut perusahaan itu.
Dalam kasus lain, seorang anak terlihat lama berada di dekat pagar pembatas di lantai atas sebuah gedung.
Petugas keamanan kemudian mendapati anak tersebut sedang menulis surat wasiat bunuh diri.
Sejak 2022, Asilla bekerja sama dengan sekitar 200 fasilitas komersial dan organisasi lainnya untuk melatih sistem AI tersebut menggunakan sekitar 7 juta rekaman kamera pengawas.
Melalui proses itu, sistem tidak hanya mampu mendeteksi tanda-tanda bunuh diri, tetapi juga kondisi darurat lain seperti seseorang yang jatuh sakit, tidak bergerak dalam waktu lama, atau aksi kekerasan.
Menurut perusahaan itu, teknologi tersebut kini telah diterapkan di sekitar 30 fasilitas komersial dan 10 stasiun di Tokyo dan Prefektur Kanagawa.
Sumber: Kyodo-OANA (ant)






