Breaking News
Live Update Berita Terkini

INILAH KISAH PENGRAJIN WAYANG KULIT DI KEDIRI

Jumat, 31 Jul 2020
Editor:
Dengarkan dgn suara Siap
14.2K pembaca

Laporan : Didik S, Editor : Mahmud Marhaba

KEDIRI [KP] – Wayang kulit, bagi masyarakat khususnya budaya Jawa tentu tidak asing keberadaannya. Sekarang ini banyak acara-acara besar seni wayang kulit sering ditampilkan, selain kembali mengenalkan budaya bangsa, ada banyak pesan sosial yang disampaikan yang tentunya bermanfaat bagi generasi muda yang sekarang  mulai terkikis dengan budaya asing.

Namun dari kesenian wayang kulit, tentu tidak lepas dari pembuat wayang kulit itu sendiri, sekarang tidak banyak yang bisa melakukanya, selain membutuhkan ketekunan dan ketelatenan, jiwa seni harus benar-benar dimiliki oleh seorang pengrajin, setidaknya bisa mengenal tiap karakter yang akan di buat agar sesuai dengan yang diharapkan dan sesuai dengan pakem atau  patokannya.

Karmiadi, dalam usia 65 tahun, pengrajin wayang Purwo warga Dusun Mulyoasri, Desa Bogo Kidul, Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri mengakui jika dirinya sudah memproduksi dan menjual berbagai macam jenis wayang sejak tahun 1980-an. Ada tiga jenis wayang yang dibuat sekaligus dijual, yakni wayang kertas, wayang kulit, dan wayang talang. Ketiga jenis wayang itu berbeda-beda harganya, termahal wayang kulit dan termurah wayang kertas.

“Masalah harga itu paling kecil lima puluh ribu sampai empat ratus ribu rupiah , itu yang wayang kertas. Kalau wayang kulit harganya tiga ratus ribu rupiah sampai satu juta rupiah, yang wayang talang minimal seratus ribu rupiah sampai tiga ratus ribu rupiah,” jelas Kasmiadi, Senin (20/07/2020).

Sedangkan untuk pengerjaan lanjut Kasmiadi, dilakukan secara manual mulai dari membuat pola dasar dengan melukis dan diukir menggunakan alat-alat ukir.

“Wayang yang saya buat ini tidak hanya laku di dalam negeri, melainkan juga pesanan di luar negeri, seperti dari Jepang, Amerika, Belanda bahkan ke Arab,” ungkap Kasmiadi.#[KP]

No More Posts Available.

No more pages to load.