News Update
Live Update Berita Terkini

IHSG Jumat Ditutup Melemah Lagi 41,01 ke Posisi 5.057,05

Jumat, 30 Okt 2026
Editor: Jamalul Insan
Ilustrasi: Pengunjung mengambil gambar layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menggunakan gawainya di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/10/2026). IHSG pada Kamis (29/10) sore ditutup melemah 184,25 poin atau 3,49 persen ke posisi 5.098,06, sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 24,19 poin atau 4,48 persen ke posisi 515,28. ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto/nym.
Dengarkan dgn suara Siap
3.9K pembaca
JAKARTA  (Kabarpublik.id) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan perdagangan Jumat melemah 41,01 poin atau 0,80 persen ke posisi 5.057,05.

Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 0,05 persen ke posisi 515,01.

“Indeks (IHSG) sempat melemah hingga level 4.979, sebelum akhirnya berbalik ditutup di atas level psikologis 5.000,” kata Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam analisanya di Jakarta, Jumat.

Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026

Keterangan foto: Poster peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober.

Dari mancanegara, Bank Sentral Jepang (BOJ) mempertahankan suku bunga acuannya di level 1,25 persen pada pertemuan Oktober yang berlangsung pada Jumat (30/10), sesuai dengan perkiraan pasar.

Keputusan tersebut diambil setelah BOJ menaikkan suku bunga sebanyak dua kali, yakni pada Juni dan September, dengan besaran masing-masing 25 basis poin (bps).

Pada pekan depan, investor akan mencermati pelaksanaan pemilu paruh waktu (midterm election) di Amerika Serikat (AS) pada 3 November.

Sementara dari dalam negeri, sejumlah indikator ekonomi yang akan dirilis pada pekan depan meliputi indeks manufaktur PMI, neraca perdagangan, inflasi, pertumbuhan ekonomi kuartal III 2026, cadangan devisa, serta indeks harga rumah.

Secara teknikal, Phintraco memproyeksikan IHSG menguji level 4.900-5.000.

Apabila mampu bertahan di atas level 5.000, indeks berpeluang bergerak mendatar (sideways) dalam kisaran 5.000-5.200 pada pekan depan.

Berdasarkan indeks sektoral IDX-IC, dua sektor tercatat menguat, sedangkan sembilan sektor lainnya melemah.

Sektor kesehatan menguat 0,76 persen, diikuti sektor keuangan yang naik 0,15 persen.

Adapun sektor transportasi mengalami pelemahan terdalam sebesar 3,13 persen, diikuti sektor barang baku yang turun 2,84 persen dan sektor infrastruktur yang melemah 1,96 persen.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1,17 juta kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 36,48 miliar lembar saham senilai Rp11,42 triliun.

Sebanyak 194 saham menguat, 552 saham melemah, dan 217 saham tidak mengalami perubahan harga. (ant)

No More Posts Available.

No more pages to load.