Laporan : Hidayat Mokambu
Editor : Mahmud Marhaba
KABGOR [KP] – Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/Aids) sampai dengan saat ini masih tetap merajalela didaerah Kabupaten Gorontalo. Nyatanya, dalam kurun waktu satu tahun terakhir terhitung sejak januari hingga desember 2019 kemarin data yang berhasil dihimpun oleh Dinas Kesehatan kabgor masih berkisar di angka 20-an, meskipun tidak separah tahun 2017 kemarin yang melonjak hingga 28 kasus pengidap HIV/Aids.
Tentunya hal ini akan menjadi sebuah ancaman tersendiri dalam pergaulan kita sehari-hari. dan yang lebih parahnya lagi, untuk para pengidap penyakit ini tentunya sangat nihil untuk mempunyai kesempatan agar bisa pulih dari keadaan tersebut.
Jelas hal ini menambah deretan kasus HIV/Aids yang muncul dikabgor sejak 2007 hingga akhir tahun 2019. Tercatat ada 121 kasus pengidap HIV/Aids yang berada di kabgor. Dan bahkan sudah ada 25 nyawa yang melayang diakibatkan oleh penyakit tersebut .
Dan penyakit ini, paling banyak yang di dominasi oleh kaum lelaki yang berusia 25 sampai 49 tahun, dan tentunya juga untuk kaula muda terutama laki-laki dan perempuan di masa suburnya ikut terjerumus juga dalam kasus ini.
Hal ini dikatakan Oleh kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, DR. Roni Sampir, S.Kep., M.Kes melalui kepala seksi P2PM Noneng S. Nasibu, SKM dalam ruang kerjanya kepada media kabarpublik.id. Jum’at (10/01/2020) pukul 16.00 Wita.
“Kasus pengidap HIV/Aids ini paling banyak di dominasi oleh Laki-laki, hal ini disebabkan oleh perilaku dan gaya hidup yang seiring berjalannya waktu terus berkembang. Misalnya seperti kasus LGBT, dengan adanya kasus seperti ini secara otomatis akan tertular,” Tegas Noneng.
Sampai dengan saat ini, lanjut Noneng, pengidap penyakit HIV tercatat sudah 68 orang , sementara Aids sendiri ada 53 orang.
“Belum lagi ditambah dengan masyarkat di luar sana yang mungkin malu atau ragu untuk memeriksakan dirinya apakah sudah tertular atau belum. Pungkasnya.#[KP].





