Guna Antisipasi Korupsi di Lingkungkan Pendidikan, Disdik Garut Gelar Bimtek

DAERAH, GARUT, JABAR498 Dilihat

Laporan : Diki Kusnadi / Editor : YR

Garut, [kabarpublik.id] – Untuk mengantisipasi perlaku koruptif khususnya di lingkungan pendidikan, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut menggelar Sosialisasi serta Bimtek (Bimbingan tekhnik) pencegahan korupsi.

Kegiatan yang diiukuti para pengelola sekolah di kawasan Garut selatan (Garsel) ini diselenggaran di GOR PGRI Cabang Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Sabtu, 11/12/ 2021).

Tercatat sejumlah pserta yang mengikuti kegiatan tersebut datang dari 4 Kecamatan yang meliputi Kecamatan Cisompet, Cibalong, Cikelet dan Kecamatan Pameungpeuk sebagai tuan rumah.

Peserta yang hadir merupakan para pengeloa sekolah dan sektor pendidikan yang mencakup Korwil, Korwas, K2S dan OPK serta beberapa orang perwakilan Operator Sekolah dari masing-masing kecamatan.

Sementara itu, para pemateri yang mengisi acgenda tersebut di antaranta dari Disdik Kabupaten Garut dihadiri Kasubag Perencanaan dan Evaluasi Tatang Nurdin ,S.Pd dan Kasie Kurikulum Bambang Sumpena,S.Pd.

Disampaikan Tatang dalam sambutannya, pesan dari Plt Kadisdik Garut. Menurutnya, pendidikan dan pencegahan anti korupsi ini wajib diikuti oleh seluruh stake kholder, mulai dari tingkat bawah sampai atas.

“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang hadir mengikuti kegiatan sosialisasi dan bimtek ini. Saya pun pada bulan maret 2022 harus sudah melaporkan kegiatan ini ke pimpinan. Makanya, kami jemput bola ke daerah daerah,”ucapnya.

Sementara, Bambang, selaku Kasie Kurikulum pada Disdik Garut, saat menyampaikan materinya menyebut bahwa pencegahan korupsi ini harus dilakukan sejak dini.

“Pencegahan, anti korupsi ini, sudah harus dilaksanakan sejak usia dini, yakni dari mulai PAUD, TK, SD dan SMP, hanya saja kegiatan tersebut tidak terasa oleh para ibu bapak guru di sekolah,”katanya.

Bambang mencontohkan, di lembaga PAUD atau SD, ada beberapa buah lemari yang dikotak-kotak dan diberi lebel masing. Hal tersebut menurutnya secara tidak langsung telah mendidik pelajar.

“Nah dalam kotak tersebut diisi barang-barang perlengkapan keperluan anak anak. Supaya seorang anak kalau mengambil barang yang dibutuhkannya tidak mengambil pada kotak orang lain. Hal inilah sudah termasuk merupakan pendidikan anti korupsi,hanya tidak tertulis. Dan banyak lagi contoh yang lainnya,” tandas Bambang.( DK )

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Komentar