JAKARTA (kabarpublik.id) – Dokter spesialis urologi dan praktisi kesehatan pria, dr. Wempy Supit, SpU, FACS, mengingatkan bahwa stres kronis dan perubahan hormon dapat berdampak signifikan terhadap kualitas hidup pria. Kondisi tersebut tidak hanya memengaruhi kesehatan fisik, tetapi juga energi, konsentrasi, hingga rasa percaya diri.
Menurut Wempy, banyak pria datang dengan keluhan mudah lelah, sulit berkonsentrasi, dan mengalami gangguan tidur. Selain itu, sebagian juga mengalami perubahan fisik seperti peningkatan lemak tubuh, penurunan massa otot, hingga kerontokan rambut yang dipicu oleh stres berkepanjangan dan perubahan hormonal.
“Banyak pria datang dengan keluhan cepat lelah, sulit fokus, kualitas tidur menurun. Tidak sedikit pula yang mengalami peningkatan lemak tubuh, penurunan massa otot, hingga kerontokan rambut akibat stres dan perubahan hormonal. Ini kondisi yang nyata dan perlu mendapat perhatian,” kata Wempy dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Ia menjelaskan, gejala tersebut dapat menjadi tanda penurunan hormon testosteron yang dikenal sebagai andropause atau sering disebut sebagai menopause pada pria.
Berbeda dengan menopause pada perempuan yang terjadi secara lebih jelas, andropause berlangsung secara bertahap sehingga sering kali tidak disadari. Kondisi ini semakin banyak ditemukan pada pria usia produktif yang menghadapi tekanan pekerjaan, kurang istirahat, serta pola hidup yang kurang sehat.
Seiring bertambahnya usia, kadar testosteron dan metabolisme tubuh pria cenderung menurun. Dampaknya dapat berupa berkurangnya massa otot, meningkatnya lemak tubuh, hingga meningkatnya risiko penyakit metabolik seperti diabetes.
Karena itu, menjaga dan meningkatkan massa otot tidak lagi sekadar berkaitan dengan penampilan fisik. Upaya tersebut juga penting untuk mendukung kesehatan hormonal, menjaga metabolisme tubuh, meningkatkan energi, serta mempertahankan kualitas hidup hingga usia lanjut.
Sementara itu, dokter spesialis dermatologi dan venereologi, dr. Arini Astasari Widodo, Sp.DVE, FINSDV, mengatakan kondisi kulit dan rambut dapat menjadi indikator kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Menurut Arini, stres kronis, kurang tidur, dan ketidakseimbangan hormon sering kali memunculkan tanda-tanda yang terlihat pada kulit dan rambut. Oleh sebab itu, perawatan rambut saat ini tidak hanya berkaitan dengan estetika, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.
“Ketika seseorang mengalami stres kronis, kualitas tidur buruk, atau ketidakseimbangan hormon, tubuh sering memberikan sinyal melalui perubahan kondisi kulit dan rambut. Karena itu, perawatan rambut bukan lagi sekadar urusan estetika, tetapi juga bagian dari kesehatan secara menyeluruh,” ujar Arini.
Ia menambahkan, pendekatan kesehatan modern kini semakin menekankan pentingnya melihat kondisi tubuh secara holistik. Banyak pasien yang datang berkonsultasi bukan hanya untuk memperbaiki penampilan, melainkan karena merasa kondisi tubuh mereka tidak lagi berada pada performa yang optimal.
Para ahli mengingatkan pentingnya menerapkan pola hidup sehat, mengelola stres, berolahraga secara rutin, serta menjaga kualitas tidur untuk membantu menjaga keseimbangan hormon dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.






