Breaking News
Live Update Berita Terkini

Dokter RSUI Ingatkan Pelari Maraton Rutin Pantau Detak Jantung Saat Berlari

Senin, 15 Jun 2026
Editor: Eky
Penulis: @ANT
Dengarkan dgn suara Siap
3.3K pembaca

DEPOK (kabarpublik.id) – Dokter spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), dr. Anindia Larasati, Sp.PD, FINASIM, mengingatkan para pelari maraton untuk selalu memantau detak jantung selama berolahraga guna mengurangi risiko gangguan kesehatan saat berlari.

Menurut Anindia, sebelum mengikuti maraton, setiap peserta harus memastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat dan memiliki denyut jantung yang normal. Pemeriksaan kesehatan menjadi langkah penting untuk mengetahui kesiapan fisik sebelum menghadapi aktivitas dengan intensitas tinggi.

“Selama berlari, pelari perlu memantau peningkatan detak jantung. Jika denyut jantung terasa terlalu tinggi, sebaiknya kurangi intensitas dengan berjalan terlebih dahulu hingga kembali stabil sebelum melanjutkan lari,” kata Anindia di Depok, Jawa Barat, Senin.

Ia juga menegaskan bahwa pelari harus segera menghentikan aktivitas apabila mengalami gejala seperti sesak napas, nyeri dada, pusing, atau kram otot yang mengganggu.

Selain menjaga kondisi tubuh saat lomba, persiapan sebelum maraton juga menjadi faktor penting. Anindia menyarankan latihan dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan jarak tempuh serta tingkat kebugaran masing-masing peserta.

Menurutnya, program latihan ideal dapat dimulai sekitar 12 hingga 16 minggu sebelum hari pelaksanaan maraton agar tubuh memiliki waktu yang cukup untuk beradaptasi.

Anindia juga mengingatkan peserta untuk memahami kondisi kesehatan pribadi, terutama bagi mereka yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung.

Ia menjelaskan bahwa kondisi penyakit yang tidak terkontrol maupun penggunaan obat-obatan tertentu dapat memengaruhi respons tubuh selama berlari, termasuk perubahan kadar gula darah dan denyut jantung.

“Pelari yang memiliki diabetes, hipertensi, atau penyakit jantung perlu memastikan kondisinya terkendali dan berkonsultasi dengan dokter terkait penggunaan obat sebelum mengikuti maraton,” ujarnya.

Selain itu, kebutuhan cairan tubuh selama maraton juga tidak boleh diabaikan. Pelari disarankan untuk menjaga hidrasi dengan mengonsumsi air secara berkala selama perlombaan guna mencegah dehidrasi dan penurunan performa.

Setelah menyelesaikan maraton, Anindia menyarankan pelari melakukan pendinginan dan peregangan otot untuk membantu pemulihan tubuh serta mengurangi risiko kram dan cedera.

Menurutnya, kombinasi antara persiapan yang matang, pemantauan kondisi tubuh, hidrasi yang cukup, dan pemulihan yang tepat menjadi kunci utama untuk menjalani maraton dengan aman dan sehat.

No More Posts Available.

No more pages to load.