TERNATE [Kabarpublik.id] – Demi untuk kelancaran lalu lintas di Kota Ternate, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Ternate, anggarkan Rp 200 juta perbaikan jalan berlubang di sejumlah titik yang ada di Kota Ternate.
Kepala Dinas PUPR kota Ternate, Risval Tri Budiyanto mengatakan, perbaikan jalan berlubang di Kota Ternate saat ini banyak, apabila tidak diperbaiki, maka sangat berbahaya bagi pengendara.
“Untuk jalan berlubang yang kami sudah perbaiki seperti di depan kantor lurah Kayu Merah, depan Sahid Bella Ternate, Kelurahan Jati, depan toko Indomaret, Kelurahan Ubo-ubo, pertigaan Mangga Dua menuju jalan pantai Mangga Dua, dan beberapa tempat lainnya,” ucap Risval di kantor, Rabu (30/6/2021).
Sementara yang belum diperbaiki itu di pertigaan BTN, Tabahawa, jalan utama Mangga Dua Toboko, pertigaan Gambesi di RT 08 Kelurahan Gambesi, Ternate Selatan, dan masih banyak lagi.
“Insya Allah kita bisa lakukan semua. Kita pelan-pelan dengan kondisi yang ada ini. Mudah-mudahan anggaran itu dia bisa mencukupi,” ujar Risval.
Karena kerusakan jalan berlubang cukup banyak, apalagi permintaan tentang perbaikan jalan berlubang itu banyak.
“Jika anggaran perbaikan jalan ini tidak mencukupi, maka kami akan konsultasi kan juga ke Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD),” ungkap Kadis PUPR.
Dirinya menyampaikan, untuk anggaran perbaikan jalan ini sebesar Rp. 200 juta, bersumber dari APBD. Dan Anggaran ini untuk ukuran Kota Ternate kecil, apalagi Kota Ternate ini lalu lintas rata-rata setiap harinya meningkat.
“Maka kepada masyarakat kita berharap harus bersabar, karena memang kondisi pandemi saat ini dana daerah terbatas,” jelas Risval.
Kadis menambahkan, selain perbaikan jalan, saluran air juga ada, tapi pihaknya hanya menggelontorkan segmentasi setiap tahun dianggarkan, dan beberapa kali sudah dilakukan oleh Dinas PUPR.
Dirinya juga menyampaikan bahwa yang melaksanakan pekerjaan jalan tersebut dari PUPR sendiri secara swakelola.
“Untuk target pekerjaan jalan ini, ya kita berharap cepat selesai, karena kondisi Ternate pagi cerah, siang cerah, sore hujan. Jadi kita melihat kondisi cuaca, sebab cuaca turut menentukan cepat tidaknya dalam penanganan kegiatan ini,” tutup Risval mengakhiri.#[KP]
Laporan : Yadi
Editor : YR





