DAMPAK WABAH VIRUS COVID -19 RATUSAN PENGUSAHA JASA DAN PEDAGANG TERANCAM GULUNG TIKAR

Selasa, 24 Mar 2020
Beti dan pedagang sayuran lainnya saling cerita tentang sepinya pembeli
Dengarkan dgn suara Siap
7K pembaca

Laporan : Muh. Yadi (JMSI)

Editor : Mahmud Marhaba

Gambar konten
Sumber: Kabarpublik.id

BANDUNG [KP] – Wabah virus Covid -19 (corona) yang saat ini melanda dibelahan dunia, berdampak sangat luas terutama sangat dirasakan oleh masyarakat. Timbul kekhawatiran akan terjangkit virus Covid-19, sehingga aktivitas pun dibatasi. Apalagi pemerintah daerah mengeluarkan maklumat berupa larangan dan peringatan, untuk mengurangi bentuk aktivitas selama beberapa waktu.

Bagi masyarakat ekonomi kebawah,  dengan adanya wabah virus corona menjadi problematik dalam kehidupan sehari – hari. Berbagai keluhan muncul dari kalangan para pedagang, buruh harian bahkan buruk kuli panggung di pasar-pasar tradisional. Mereka yang mengandalkan hasil dari upah itu harus merenungi nasibnya. Begitu pun para pedagang kaki lima, pedagang sayuran, penjajah makanan merugi setiap hari.

Ratusan industri tekstil di wilayah kabupaten Bandung mengurangi jam kerja, dari 6 hari kerja menjadi 4 hari kerja bahkan ada yang hanya 3 hari kerja. Faktor penyebabnya adalah kurangnya bahan baku produksi, dan naiknya harga bahan baku. Karena perusahaan tidak mau merugi, sehingga ratusan karyawan terpaksa dirumahkan.

Dadang (53) salah satu pengusaha jasa percetakan di Cigondewah Bandung, Selasa (24/03/2020) saat ditemui ditempat kerjanya mengatakan, pasca pemilihan Presiden, perusahaan yang digelutinya sudah mulai penurun, ditambah situasi saat ini terkait wabah virus Covid-19 semakin drastis. Bukan persoalan harga bahan baku meroket, melainkan daya pemesan anjlok mencapai 70 persen.

“Saya sudah merumahkan karyawan sebanyak 5 orang pada awal bulan Pebruari 2020, sedangkan bulan Maret ini belum ada pemesan, entah apakah Saya harus merumahkan lagi karyawan? Hal ini sedang saya pikirkan,” ungkap Dadang penuh keprihatinan.

Dia pun sangat mengapresiasikan upaya pemerintah dalam pencegahan dan antisipasi wabah Covid – 19, makin bertambahnya yang terjangkit virus corona saat ini masyarakat pun semakin berhati – hati. Ia pun berharap agar wabah virus segera bisa teratasi, sehingga perekonomian menjadi pulih kembali.

Ditempat terpisah, ratusan pedagang sayur-mayur pasar tradisional di pasar Bingung, Majalaya Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung mengatakan jika daya beli masyarakat menurut drastis, hal membuat para pedagang merugi akibat barang dagangannya tidak terjual.

Nampak lenggang puluhan jongko terpaksa nutup dagangannya

Beti (43) salah satu pedagang sayuran kepada kabarpublik.id, Selasa (24/03/2020) menuturkan, sebelum tersebarnya wabah virus Corona melanda di setiap daerah di Jawa Barat, daya beli masyarakat mengalami penurunan, bahkan untuk saat ini lebih parah. Omset penjualan menurun drastis mencapai 60 persen.

“Bagaiman untuk mencukupi kebutuhan dapur kalau jualan tidak laku,” keluhnya.

Pedagang sayuran yang juga sarjana ekonomi itu lebih lanjut mengatakan, sepinya daya beli masyarakat selama beberapa hari, akibat cemas akan terjangkit wabah virus Covid – 19. Saat ini banyak warga masyarakat tidak keluar rumah, mereka menahan diri dirumahnya masing-masing untuk menjaga terjangkitnya wabah Corona.

“Bagi rakyat miskin seperti saya mana bisa tidak usaha, semua serba mendadak untuk kebutuhan ekonomi. Sebaiknya pemerintah jangan hanya melarang masyarakat keluar rumah, akan tetapi pikirkan juga persolan kebutuhan sehari – hari. Kalau orang kaya sih, ya tenang – tenang saja,” tukas Beti mengakhiri penuturannya. #*[KP].

No More Posts Available.

No more pages to load.