GORONTALO [kabarpublik.id] – Bupati Gorontalo, Prof. Nelson Pomalingo, mengajak masyarakat untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan makna yang lebih dalam.
Selain sebagai momen untuk memaafkan satu sama lain, Bupati Nelson menekankan pentingnya tekad untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
Hal ini diungkapkan Bupati Nelson saat memberikan sambutan pada pelaksanaan acara Du’a Lo’u Lipu di Gor David – Bobihoe, Jumat (12/04/2024).
Menurut Nelson, kehidupan yang ideal adalah yang didasarkan pada kesadaran sebagai makhluk sosial, menjalin hubungan silaturahmi, berinteraksi, dan membangun jaringan kerja untuk kemaslahatan bersama.
Ia juga menyoroti pentingnya menghargai perbedaan dalam konteks politik, suku, dan agama sebagai sumber inspirasi untuk tetap bersatu demi kemajuan bersama.
Dalam konteks politik tahun 2024, Nelson menegaskan bahwa meskipun ada perbedaan pandangan dan warna politik, tujuan untuk mewujudkan kemajuan dan masa depan yang lebih baik bagi Gorontalo harus tetap sama.
Apalagi kata Nelson, bahwa Gorontalo sebagai daerah adat, memiliki warisan nilai-nilai kekeluargaan yang tercermin dari adanya istilah “Pohala’a” yang berarti satu rumpun keturunan Gorontalo yang sudah dianut dan diajarkan oleh para pendahulu Gorontalo.
Semangat ini menjadi landasan untuk membangun interaksi dan networking yang harmonis demi kemajuan Gorontalo secara elegan dan berkesinambungan.
“Yang terpenting, adalah Hari Raya Idul Fitri tahun ini dapat dimaknai secara lebih hakiki sebagai momentum penting untuk menjalin silaturahmi, interaksi dan networking yang berbasis pada semangat kekeluargaan,” pungkasnya.






