Breaking News
Live Update Berita Terkini

Ayo Puasa Tasua dan Puasa Asyura, Ini keutamaan dan lafal Niatnya

Rabu, 24 Jun 2026
Editor: Jamalul Insan
Ilustrasi ibadah di malam hari. (Pixabay)
Dengarkan dgn suara Siap
3K pembaca

JAKARTA  (Kaparpublik.id) Alhamdulillah, saat ini kita berada di bulan Muharram, Bulan yang  merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Selain menjadi awal tahun Hijriah, Muharram juga dikenal sebagai bulan yang penuh keberkahan dan kesempatan untuk memperbanyak amal saleh. Di antara amalan yang sangat dianjurkan Rasulullah Muhammad SAW pada bulan ini adalah Puasa Tasua dan Puasa Asyura.

Apa Itu Puasa Tasua dan Puasa Asyura?

Puasa Asyura adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram. Sedangkan, Puasa Tasua dilaksanakan sehari sebelumnya, yaitu pada tanggal 9 Muharram.

Nama “Asyura” berasal dari kata “‘asyarah” yang berarti sepuluh, karena dilaksanakan pada hari ke-10 bulan Muharram. Sedangkan “Tasua” berasal dari kata “tis’ah” yang berarti sembilan, karena dilakukan pada tanggal 9 Muharram.

Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk berpuasa pada kedua hari tersebut agar berbeda dengan kebiasaan kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram.

Keutamaan Puasa Asyura

Puasa Asyura memiliki sejarah yang panjang. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah, beliau mendapati kaum Yahudi berpuasa pada tanggal 10 Muharram. Ketika ditanya alasannya, mereka menjelaskan bahwa hari tersebut merupakan hari ketika Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Fir’aun.

Sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, Nabi Musa AS berpuasa pada hari itu. Mendengar hal tersebut, Rasulullah SAW bersabda bahwa umat Islam lebih berhak mengikuti ajaran Nabi Musa AS. Maka beliau pun berpuasa dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa pada hari Asyura.

Puasa Asyura memiliki keutamaan yang sangat besar. Rasulullah SAW bersabda:

“Puasa hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapus dosa-dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa Puasa Asyura menjadi salah satu kesempatan bagi seorang Muslim untuk meraih ampunan Allah SWT atas dosa-dosa kecil yang telah dilakukan selama satu tahun sebelumnya.

Keutamaan ini menjadi bukti betapa luasnya rahmat dan kasih sayang Allah SWT kepada hamba-Nya yang berusaha mendekatkan diri melalui ibadah.

Keutamaan Puasa Tasua

Meskipun tidak disebutkan secara khusus memiliki pahala penghapusan dosa seperti Puasa Asyura, Puasa Tasua tetap memiliki nilai yang sangat besar. Di antaranya:

1. Menyempurnakan Ibadah Puasa Asyura

Puasa Tasua menjadi pelengkap Puasa Asyura sehingga ibadah yang dilakukan menjadi lebih sempurna.

2. Meneladani Rasulullah SAW

Melaksanakan Puasa Tasua berarti mengikuti sunnah dan keinginan Rasulullah SAW yang ingin berpuasa pada tanggal 9 Muharram.

3. Membedakan Diri dari Kaum Yahudi

Islam mengajarkan identitas dan kekhasan dalam beribadah. Oleh karena itu, Puasa Tasua menjadi pembeda antara praktik ibadah umat Islam dan kaum Yahudi.

Tata Cara Melaksanakan Puasa Tasua dan Asyura

Pelaksanaan Puasa Tasua dan Asyura sama seperti puasa sunnah lainnya.

Niat Puasa Tasua

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatit Tasû‘â lillâhi ta‘âlâ.

“Saya niat puasa sunnah Tasua esok hari karena Allah Ta’ala.”

Niat Puasa Asyura

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ِعَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatil âsyûrâ lillâhi ta‘âlâ.

“Saya niat puasa sunnah Asyura esok hari karena Allah Ta’ala.”

No More Posts Available.

No more pages to load.