AHY Dorong Hunian TOD di Stasiun Manggarai

Rabu, 18 Mar 2026
Menteri Koordinator Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono bersama para pejabat terkait sedang menekan tombol secara bersama-sama sebagai simbol dimulainya pembangunan hunian terintegrasi berbasis TOD di kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta. (Sumber: kemenkoinfra.go.id)
Dengarkan dgn suara Siap
30.1K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mendorong pengembangan hunian terintegrasi berbasis Transit Oriented Development (TOD) di kawasan stasiun. Langkah ini menjadi bagian dari percepatan Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Dukungan tersebut disampaikan AHY saat pencanangan pembangunan hunian terintegrasi di kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (16/3/2026).

Gambar konten
Sumber: Kabarpublik.id

Menurut AHY, pengembangan hunian berbasis TOD menjadi solusi untuk mengatasi keterbatasan lahan di kawasan perkotaan sekaligus mengurangi housing backlog. Konsep ini mengintegrasikan hunian dengan transportasi publik sehingga mobilitas masyarakat lebih efisien.

“Program 3 juta rumah adalah upaya besar untuk mengatasi backlog perumahan dan menyediakan hunian layak bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendekatan hunian vertikal sangat relevan diterapkan di kota besar yang memiliki kepadatan tinggi. Selain menyediakan tempat tinggal, konsep ini juga mendukung penataan kota yang lebih modern dan terintegrasi.

Pengembangan hunian TOD tidak hanya dilakukan di Jakarta, tetapi juga di sejumlah kota besar lainnya seperti Bandung, Semarang, dan Surabaya. Kawasan stasiun dipilih karena memiliki akses transportasi yang baik serta dekat dengan pusat ekonomi.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) turut berperan dalam program ini melalui optimalisasi pemanfaatan lahan. KAI tercatat mengelola lebih dari 327 juta meter persegi lahan yang berpotensi dikembangkan menjadi kawasan hunian terintegrasi.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyebutkan bahwa khusus di wilayah Jabodetabek, kawasan sekitar stasiun memiliki potensi pembangunan hingga 131 ribu unit hunian.

Salah satu proyek yang tengah disiapkan adalah Rusun MBR Manggarai yang dibangun di atas lahan sekitar 2,1 hektare. Hunian ini akan memiliki 12 lantai dengan fasilitas ritel, area komersial, ruang terbuka hijau, serta akses langsung ke Stasiun Manggarai dan halte TransJakarta.

Pembangunan dilakukan bertahap, dengan target mulai konstruksi pada 2026 dan serah terima unit secara bertahap hingga 2028.

AHY menilai pemanfaatan aset strategis milik BUMN seperti KAI menjadi langkah penting dalam menghadirkan solusi perumahan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Jika dimanfaatkan optimal, hunian berbasis transportasi tidak hanya menjawab kebutuhan rumah, tetapi juga membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi,” tegasnya.

Pemerintah akan terus mengoordinasikan berbagai kementerian dan pemangku kepentingan agar program ini berjalan efektif dan berkelanjutan.

No More Posts Available.

No more pages to load.