Laporan : Ifan Saluki
Editor : YR
GORONTALO [kabarpublik.id] – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo menggelar wisuda program Sarjana dan Pascasarjana periode ke II tahun 2023, pada Kamis (31/08/2023).
Prosesi wisuda yang berlangsung di gedung serba guna kampus 1 IAIN Sultan Amai Gorontalo itu, diikuti oleh 417 Mahasiswa yang terdiri dari 384 mahasiswa lulusan sarjana dan 33 lulusan Pascasarjana.
Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo Dr. H. Zulkarnain Suleman, M.Hi dalam sambutannya mengatakan, Wisuda ini menjadi bukti peran IAIN Gorontalo dalam mendukung keberhasilan pendidikan bagi putra putri sebagai penerus bangsa, yang nantinya akan berkontribusi dalam pembangunan di negeri ini.
Ia juga menambahkan, IAIN Gorontalo sampai dengan saat ini terus berbenah dan berupaya melaksanakan sistem manajemen mutu sebagai bentuk perbaikan tata kelola kelembagaan secara administratif. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan mutu Pendidikan khususnya di Provinsi Gorontalo.

“Tentunya hal ini perlu dukungan dari semua pihak untuk bersama sama meningkatkan mutu Pendidikan khususnya di Provinsi Gorontalo agar lebih baik lagi,” Ucapnya.
Secara statistic pada tahun 2022/2023 Ganjil, jumlah mahasiswa IAIN Sultan Amai Gorontalo mencapai 6,574 mahasiswa. Jumlah ini belum terhitung mahasiswa baru yang saat ini sudah masuk dalam proses penerimaan.
“Mahasiswa IAIN ini berasal dari berbagai daerah, baik Gorontalo, Bolaang Mongondow, Sulawesi Tengah, bahkan ada yang dari papua serta Sumatera. Kami berharap kedepan jumlah ini akan bertambah seiring dengan kiprah IAIN di masyarakat,” Harap Rektor.
Dalam kesempatan itu, Rektor Zulkarnain tak lupa menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan atas kelulusannya.
Menurut dia, Agenda wisuda yang saat ini dilaksanakan bukanlah akhir dari segala aktivitas sebagai seorang Sarjana. Teruslah mengejar ilmu, sebab manusia ditakdirkan sebagai makhluk pembelajar yang tidak pernah mengenal kata berhenti.
“Pesan saya, agar para wisudawan ini dapat ikut berkontribusi bagi kemajuan bangsa dengan berpedoman pada perilaku positif diantaranya, mengembangkan sikap-sikap keagamaan yang ramah, bukan yang marah, pandangan keagamaan yang merangkul bukan memukul, mengembangkan semangat toleransi dan pandangan-pandangan yang wasathiyah, serta menjaga Pancasila dan NKRI sebagai sebuah konsensus nasional yang sudah final dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” Tandasnya.







