Laporan : Lisna Siti RS (JMSI), Editor : Jumadi/ Mahmud
CIMAHI [KP] – Warga Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi mengeluhkan bantuan sembako dari Pemerintah untuk masyarakat yang terdampak COVID-19 yang sampai saat ini belum juga diterima dan tidak jelas penyalurannya.
Hal itu dikeluhkan oleh Warga RT 8 RW 5 Kelurahan Cigugur Tangah, Cici Sopiah.
“Sekitar tiga minggu lalu kita diminta data oleh pak RT berupa pengumpulan Kartu Keluarga dan KTP Suami Istri sebagai syarat penerimaan bantuan sosial untuk masyarakat dimasa Pandemi Corona,” ungkapnya kepada wartawan kabarpublik.id , Jumát, (01/05/2020).
Menurut Cici, setelah pengumpulan data hingga saat ini bantuan belum diterima.

“Hingga kini bantuan belum kami terima bahkan kabar nya pun menghilang entah kemana. Padahal didaerah lain bantuan itu sudah bisa diterima oleh warga seperti misalnya di Garut. Sedangkan di Cimahi yang justru korban dari virus Corona ini cukup melonjak malah tidak jelas bantuan nya,” keluhnya.
Bantuan yang dimaksud, kata Cici berbentuk uang tunai dan sembako.
“Dari informasi yang kami dapat, nantinya kami akan menerima bantuan sebesar 500 ribu rupiah, yang 350 ribu rupiah dalam bentuk sembako, sedangkan 150 ribu rupiah berupa uang tunai,” terangnya.
Karenanya Cici berharap ada kejelasan dan tindak lanjut terkait bantuan sosial tersebut baik dari Pemerintah Kota Cimahi maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Kalau yang dapat PKH kan memang tidak akan dapat bantuan sosial yang Corona karena sesuai intruksi Presiden tidak boleh double atau dapat dua. Tapi kalu saya PKH tidak dapat, bantuan social karena Corona pun tidak dapat,” pungkasnya. #*[KP]






