WALIKOTA GORONTALO AKUI, PROGRAM PEMBANGUNAN TA 2019, TELAH MEMBERI DAMPAK POSITIF

Sabtu, 25 Apr 2020
Walikota Gorontalo menyampaikan LKPJ melalui teleconference, Sabtu (25/04/2020)
Dengarkan dgn suara Siap
4.2K pembaca

Laporan : Muzamil Hasan (JMSI), Editor : Mahmud Marhaba

KOTA GORONTALO [KP] –  Ditengah prahara pencegahan merebaknya Covid 19, tidak menyurutkan kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo. Hal ini dibuktikan dengan penyampaian LKPJ dihadapan DPRD Kota Gorontalo melalui vidio confrence sebagai wujud menjalankan amanah undang undang.

Wali Kota Gorontalo, Marten Taha, SE., M.Ec.Dev, pada agenda tersebut menjelaskan, program pembangunan Tahun Anggaran (TA)  2019, telah memberi dampak pada peningkatan kehidupan masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Pernyataan tersebut disampaikan Wali Kota Marten Taha, pada kegiatan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) dari ruang kerjanya pada Rapat Paripurna DPRD Kota Gorontalo, melalui Teleconfrence atau Video Confrence, Sabtu sore (25/04/2020)

Berdasarkan data statistik menunjukkan bahwa laju pertumbuhan ekonomi tahun 2019 mengalami sedikit perlambatan dibanding sebelumnya, namun secara umum, pergerakan ekonomi di Kota Gorontalo pada tahun 2019, cukup dinamis bagi pencapaian target pembangunan.

“Pertumbuhan ekonomi tahun 2019 mengalami perlambatan dibanding tahun 2018. Untuk tahun 2019 hanya sebesar 6,97 %, sementara di tahun 2018, pertumbuhan ekonomi sebesar 7,01 %,” ucap Walikota dalam penyampaiannya.

Dijelaskan Marten, capaian Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita atas dasar harga berlaku selang tahun 2019 sebesar Rp. 42,6 Juta, dibanding tahun 2018 sebesar Rp. 36,03 Juta atau naik sebesar 17 % dengan laju inflasi sebesar 2,87 %.

Sementara kondisi umum kesejahteraan masyarakat Kota Gorontalo urai Politisi Partai Golkar tersebut, dapat dilihat dari capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebagai barometer indikasi kesejahteraan masyarakat.

“IPM merupakan indikator untuk mengukur keberhasilan pembangunan kualitas hidup manusia yang menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh kesehatan, pendidikan dan standar hidup yang layak,” urai Marten optimal.

Berdasarkan data BPS tahun 2019 ditambahkan Marten, IPM Kota Gorontalo mengalami peningkatan, yakni sebesar 76,43 poin pada tahun 2018, dan pada tahun 2019 mencapai 77,08 poin. Seiring dengan peningkatan capaian IPM Kota Gorontalo, imbuh Walikota 2 periode tersebut,  masing-masing komponen penyusun IPM juga mengalami peningkatan. Komponen Angka Harapan Hidup (AHH), urainya,  merupakan representasi dari aspek umur panjang, dan sehat.

“Hal ini mengindikasikan bahwa derajat kesehatan masyarakat semakin membaik. Angka Harapan Hidup (AHH) tahun 2018 sebesar 72,02 tahun, dan tahun 2019 sebesar 72,42 tahun. Angka ini merupakan angka tertinggi di Provinsi Gorontalo,” terangnya

Selain itu, kata Marten, aspek lain pembentuk Indeks Pembangunan Manusia (IPM), adalah komponen harapan lama sekolah yang mencapai 14,32 tahun, rata-rata lama sekolah sebesar 10,35 tahun, dan pengeluaran per kapita yang disesuaikan sebesar Rp.12.290.000.

Sementara angka kemiskinan tahun 2019 sebesar 5,45 % terang Marten,  mengalami penurunan dibanding tahun 2018 yang sebesar 5,57 %.#[KP]

No More Posts Available.

No more pages to load.