PEKANBARU (kabarpublik.id) – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus dilakukan secara intensif oleh tim gabungan lintas instansi. Strategi utama saat ini adalah melokalisasi api agar tidak meluas dan mencegah potensi kabut asap yang dapat berdampak ke permukiman warga.
Tim gabungan terdiri dari Manggala Agni Kementerian Kehutanan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), TNI, Polri, serta BPBD dan unsur terkait lainnya.
Sebanyak 160 personel Manggala Agni diterjunkan langsung ke lokasi kebakaran. Sementara 80 personel lainnya disiagakan untuk patroli dan deteksi dini titik api baru.
Penguatan dilakukan dengan mobilisasi tambahan satu regu dari Daops Rengat ke Pulau Mendol (Pelalawan), Daops Siak ke Bengkalis, serta dukungan dari Daops Bukit Tempurung Jambi untuk wilayah Dumai.
Titik api tersebar di sejumlah kabupaten, antara lain Kampar, Bengkalis, Siak, dan Pelalawan. Status lahan bervariasi, mulai dari Hutan Produksi, Hutan Produksi Konversi, Kawasan Konservasi hingga Areal Penggunaan Lain (APL).
Sebagian lokasi kebakaran berada di dekat kebun sawit masyarakat maupun perusahaan, serta berdekatan dengan kawasan perumahan.
Indikasi sementara, kebakaran dipicu aktivitas pembersihan lahan dengan cara membakar sisa vegetasi yang tidak terkendali akibat angin kencang. Kondisi tanpa hujan hampir 20 hari, keterbatasan sumber air, akses sulit, serta vegetasi kering di lahan gambut dengan muka air tanah minus sekitar 90 sentimeter menjadi tantangan utama di lapangan.
Strategi Penanganan
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Ditjen Penegakan Hukum Kementerian Kehutanan, Ferdian Krisnanto, menegaskan fokus utama adalah menahan laju api agar tidak memperluas area terdampak.
Menurutnya, kombinasi cuaca kering, angin kencang, dan bahan bakar mudah terbakar membuat situasi sangat menantang. Karena itu, pengerahan personel lintas wilayah dilakukan secara terukur.
Dukungan juga datang melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). BNPB bersama BPBD Provinsi Riau telah melakukan penyemaian satu ton garam menggunakan pesawat Cessna Grand Caravan C208 di sekitar Siak dan Pekanbaru pada 16 Februari 2026.
Status Siaga Darurat
Pemerintah Provinsi Riau menetapkan Status Siaga Darurat Karhutla melalui SK Nomor 102/2026 yang berlaku mulai 13 Februari hingga 30 November 2026. Dalam waktu dekat, Satgas Karhutla akan dibentuk guna memperkuat respons lapangan serta pengajuan dukungan darurat tambahan.
Pemerintah berharap pengendalian karhutla dapat berjalan optimal sehingga Riau tetap bebas asap menjelang Ramadhan dan aktivitas masyarakat berlangsung aman serta sehat.





