JAKARTA (kabarpublik.id) – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menghadiri acara Dharma Santi Nyepi Tahun Baru Saka 1948/2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (12/4/26).
Kegiatan bertema “Vasudhaiva Kutumbakam: DKI Jakarta Harmoni, Indonesia Maju” ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Suci Nyepi yang jatuh pada 19 Maret 2026. Acara melibatkan umat Hindu di DKI Jakarta bersama ASN Pemprov DKI Jakarta, Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) DKI Jakarta, Suka Duka Hindu Dharma Jakarta Raya, KORPRI, serta panitia Nyepi DKI Jakarta.
Dalam sambutannya, Rano Karno mengapresiasi peran umat Hindu dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di ibu kota. Ia menegaskan bahwa Dharma Santi bukan sekadar seremoni keagamaan, tetapi juga sarana memperkuat kohesi sosial di tengah masyarakat yang beragam.
“Pemprov DKI Jakarta menyambut baik pelaksanaan Dharma Santi sebagai upaya mempererat persatuan. Umat Hindu telah berkontribusi nyata dalam menjaga toleransi dan keberagaman di Jakarta,” ujarnya.
Rano juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk terus mendukung kegiatan keagamaan seluruh umat sebagai bagian dari pembangunan sosial yang inklusif. Ia menyebut, perayaan Nyepi akan terus masuk dalam kalender kegiatan resmi pemerintah daerah.
“Kami berkomitmen agar kalender kegiatan keumatan, termasuk Nyepi, terus dilanjutkan dan ditingkatkan kualitasnya ke depan,” tambahnya.
Ia turut menyampaikan ucapan selamat kepada umat Hindu yang merayakan Dharma Santi Nyepi 2026, sekaligus mengapresiasi kontribusi seluruh umat beragama dalam menjaga harmoni Jakarta.
Sementara itu, Ketua Panitia Dharma Santi DKI Jakarta, I Dewa Gede Soni Aryawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi penutup rangkaian perayaan Nyepi tahun ini dan untuk pertama kalinya digelar di Balai Kota DKI Jakarta.
“Dharma Santi menjadi momentum rekonsiliasi sosial. Kami bersyukur kegiatan ini dapat diselenggarakan di Balai Kota untuk pertama kalinya,” ujarnya.
Ia menambahkan, tema Vasudhaiva Kutumbakam yang berarti persaudaraan universal sangat relevan dengan kehidupan masyarakat Jakarta yang majemuk.
“Nilai persaudaraan universal menjadi fondasi penting dalam menjaga toleransi, kerukunan, dan solidaritas sosial di ibu kota,” jelasnya.
Acara ini turut dihadiri sejumlah pejabat, antara lain Sekretaris Daerah DKI Jakarta, pimpinan PHDI Pusat, serta jajaran pejabat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.





