Laporan : Nurman Ismail
Editor : YR
GORONTALO [kabarpublik.id] – Rumah layak huni yang dibangun untuk warga Desa limbato menjadi rumah yang tidak layak dihuni. Pasalnya rumah yang berukuran 3×4 itu tidak memiliki kamar tidur.
Hal ini sontak menuai tanggapan negatif dari sejumlah pihak. Mereka melontarkan bahwa program Pemerintah terhadap pembangunan rumah layak huni di Desa Limbato Kecamatan Tilamuta tidak sesuai dengan harapan warga pemanfaat.
Sesuai informasi yang didapat oleh wartawan kabarpublik.id bahwa rumah yang dibangun dengan dana 35 juta itu juga tidak terpasang plafon, sehingga Tim Pengelola kegiatan (TPK) Desa Limbato pun dinilai tidak memahami aturan sebagaimana dijelaskan dalam pasal 24 huruf (a) Undang Undang Perumahan dan Kawasan Permukiman, bahwa Perencanaan dan perancangan rumah dilakukan untuk menciptakan rumah yang layak dihuni.
“Masa rumah tidak memiliki kamar” kata salah satu keluarga pemanfaat rumah mahyani tersebut.
Sementara itu, kepada wartawan kabarpublik.id, Kepala Desa Limbato Ismail Nihe menyampaikan bahwa pembangunan rumah layak huni di Desa Limbato sudah sesuai dengan RAB yang dipegang oleh tim pendamping Desa.
“Itu memang sesuai dengan RAB yang ada pada pendamping Desa, mereka itu Ibu Dewi dengan Pak Jul” begitulah kata Kades Limbato saat dihubungi melalui sambungan telpon belum lama ini, Senin (16/08/2021).
Terkait dengan hal itu, Kades Ismail Nihe mengaku sempat menegur kepada TPK dan pendamping Desa agar masyarakat pemanfaat diberikan rumah layak huni yang berukuran 4×5.
“Maksud kami di Desa bikin 4×6, tapi mereka bilang dana tidak bisa cukup, jadi dibikin begitu saja” papar Kades Ismail Nihe.
Bahkan Kades Ismail Nihe menyebutkan bahwa pembangunan rumah layak huni mendapat protes darinya hingga berujung pada perdebatan.
“Saya sudah bantah ini, Saya bilang ini cuma kios mahayani bukan rumah mahyani karena tidak ada kamar, modelnya cuma los bagini, dan atapnya juga cuma rata” Tegasnya
Diketahui bahwa pembangunan rumah layak huni di Desa Limbato berjumlah dua unit yang keduanya tidak memiliki kamar tidur, sehingga dipastikan pembangunan rumah mahyani sangat berbeda dengan rumah mahyani yang dibangun di Desa Desa lain.#[KP]






