oleh

PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENERAPKAN MANAJEMEN MUTU PENDIDIKAN

KABARPUBLIK.ID – Pendidikan menjadi salah satu cara dalam membentuk karakter, budaya, serta kualitas seseorang. Pendidikan memiliki peran penting dalam mengembangkan pribadi seseorang, baik dalam dimensi intelektual moral maupun psikologis sebagai jembatan penghubung dari ketidak tahuan menjadi masa depan yang cerah, serta menjadi tombak bagi kelangsungan hidup bangsa, Negara, serta agama. Karena pendidikan merupakan investasi yang paling utama bagi bangsa, apalagi bangsa yang sedang berkembang seperti Indonesia.

Maju mundurnya suatu bangsa tidak terlepas dari maju mundurnya dunia pendidikan. Pendidikan merupakan sarana penunjang pembangunan suatu bangsa. Pendidikan diharapkan mampu menciptakan manusia yang berkualitas serta mempunyai kemampuan dalam menjalankan dan memajukan pembangunan bangsa.

Sekolah sebagai institusi pendidikan yang merupakan wadah tempat proses pendidikan dilakukan, memiliki system yang kompleks dan dinamis. Dalam kegiatan sekolah bukan sekedar tempat berkumpul guru dan murid, tetapi sekolah berada dalam satu tatanan system yang rumit dan saling berkaitan. Oleh karena itu sekolah dipandang sebagai suatu organisasi yang membutuhkan pengelolaan. Kegiatan sekolah ini adalah pengelolaan sumber daya manusia yang diharapkan menghasilkan lulusan yang berkualitas tinggi dengan tuntutan kebutuhan masyarakat bangsa perlu dikelola, diatur, dicatat, dan diberdayakan agar dapat menghasilkan produk atau hasil secara optimal.

Dalam meningkatkan mutu peserta didik tentunya tidak akan terlepas dari konsep pelayanan total dalam manajemen atau yang dikenal dengan Total Quality Management (TQM). Mars J menjelaskan bahwa TQM adalah sebuah filosof dengan alat – alat dan proses – proses implementasi praktis yang ditujukan untuk mencapai sebuah kultur perbaikan terus menerus yang digerakan oleh semua pekerja sebuah organisasi, dalam rangka memuaskan pelanggan.

Kepala sekolah sebagai kunci pendorong bagi perkembangan dan kemajuan sekolah serta bertanggung jawab untuk meningkatkan akuntabilitas keberhasilan siswa dan programnya. Agar hal demikian tercapai dengan baik, maka kepemimpinan kepala sekolah perlu diberdayakan, sehingga kepala sekolah mampu berperan sesuai tugas, wewenang, dan tanggung jawabnya. Kepala sekolah harus pandai memimpin kelompok dan pendelegasian tugas dan wewenang.

Kepala sekolah juga harus memiliki ekspektasi yang baik pada para siswanya, memberikan penguatan keterampilan dasar untuk siswa-siswinya sehingga dapat berkembang dengan baik dalam profesi apapun, dan mampu menciptakan suasana yang kondusif untuk para guru dan karyawan serta menciptakan suasana yang nyaman bagi siswa.

Salah satu acuan indikator keberhasilan kepala sekolah diukur dari mutu pendidikan yang ada di sekolah yang dipimpinnya. Dalam konteks pendidikan, pengertian mutu mencangkup input, proses, dan output pendidikan. Input pendidikan adalah segala sesuatu yang harus tersedia karena dibutuhkan untuk berlangsungnya proses. Proses pendidikan merupakan berubahnya sesuatu menjadi sesuatu yang lain dengan mengintegrasikan input sekolah sehingga mampu menciptakan situasi pembelajaran yang menyenangkan, motivasi dan minat belajar yang tinggi. Output pendidikan merupakan kinerja sekolah yang dapat diukur dari kualitasnya, produktivitasnya, efisiensinya, inovasinya, dan moral kerja.

Menurut Townsend dan Butterworth beberapa hal yang menjadi penentu terwujudnya proses pendidikan yang bermutu, antara lain :

  1. Keefektifan gaya kepemimpinan kepala sekolah
  2. Partisipasi aktif dan rasa tanggung jawab guru dan staff
  3. Keberlangsungan proses belajar mengajar yang efektif
  4. Kurikulum yang relefan
  5. Memiliki visi dan misi yang terarah
  6. Iklim sekolah yang kondusof
  7. Keterlibatan orang tua dan masyarakat secara instrinsik

Pendidikan nasional dari tahun 2002 ditandai dengan berbagai perubahan yang datang serempak dan dengan frekuensi yang tinggi. Beberapa inovasi yang mendominasi panggung pendidikan selama beberapa tahun terakhir diantaranya :

  1. Manajemen berbasis sekolah
  2. Peningkatan mutu berbasis sekolah
  3. Kurikulum berbasis kompetensi
  4. Pengajaran / pelatihan berbasis kompetensi
  5. Pendidikan berbasis luas
  6. Pendidikan berbasis masyarakat
  7. Evaluasi berbasis kelas
  8. Evaluasi portofolio
  9. Manajemen pendidikan berbasis lokal
  10. Pembiayaan pendidikan berbasis masyarakat
  11. Belajar berbasis internet
  12. Kurikulum 2013
  13. Pembentukan dewan sekolah dan dewan pendidikan kabupaten/kota

Banyak inovasi pendidikan yang diluncurkan di Indonesia dewasa ini kurang dihayati secara penuh oleh pelaksananya (termasuk kepala sekolah), disamping secara konseptual, serba tergesa – tega, serba instan, targetnya tidak realistik, didasari asumsi yang linier seakan – akan suatu inovasi akan bergulir mulus begitu diluncurkan dan secara implisit dimulai obsesi demi menanamkan aset politik dimasa depan. Sehingga mutu pendidikan yang awalnya menjadi tujuan diciptakannya inovasi – inovasi tersebut tidak tercapai sesuai dengan target yang telah ditetapkan sebelumnya.

Pada saat ini diperlukan adanya dukungan manajemen yang efektif dan efisien dalam organisasi pendidikan, karena semakin besarnya perhatian dan pengakuan dari berbagai pihak. Peserta didik perlu dibangun mentalitasnya sehingga mampu berpikir kreatif dan mampu mengembangkan minat serta bakatnya untuk mampu bersaing di dunia kerja dan bisa bekerja secara profesional dan berdedikasi yang tinggi terhadap profesinya.

Peranan kepala sekolah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan sangat penting karena dapat mempengaruhi berhasil atau tidaknya mutu pendidikan itu sendiri. Secara garis besar, ruang lingkup tugas kepala sekolah dapat diklasifikasikan kedalam dua aspek pokok, yaitu pekerjaan dibidang administrasi sekolah dan pekerjaan yang berkenaan dengan pembinaan professional pendidikan.

Menurut persepsi banyak guru, keberhasilan kepemimpinan kepala sekolah terutama dilandasi olek kemampuannya dalam memimpin. Kunci bagi kelancaran kerja kepala sekolah terletak pada stabilitas dan emosi, serta rasa percaya diri. Hal ini merupakan landasan psikologis untuk memperlakukan stafnya secara adil, memberikan keteladanan dalam bersikap, bertingkah laku dan melaksanakan tugas. Dalam konteks ini, kepala sekolah dituntut untuk menampilkan kemampuannya dalam membina kerja sama dengan semua personil dalam iklim kerja, serta meningkatkan partisipasi aktif dari orang tua peserta didik.

Pola komunikasi dari sekolah pada umumnya bersifat kekeluargaan dengan memanfaatkan waktu senggang. Alur penyampaian informasi berlangsung dua arah, yaitu komunikasi top-down dan bottom-up.

Dalam pandangan masyarakat umum sering dijumpai bahwa mutu sekolah dapat ditinjau dari ukuran gedung yang mewah. Ada pula masyarakat yang berpendapat bahwa kualitas sekolah dapat dilihat dari jumlah lulusan sekolah tersebut yang diterima di jenjang pendidikan selanjutnya.

Dalam pelaksanaan manajemen peningkatan mutu, kepala sekolah harus senantiasa memahami sekolah sebagai suatu sistem organisasi. Menurut slamet, karakteristik kepala sekolah yang tangguh terdiri atas :

  1. Memiliki wawasan yang jauh kedepan dan tahu tindakan apa yang harus dilakukan serta paham benar dengan cara yang akan ditempuh
  2. Memiliki kemampuan mengkoordinasikan dan menyerahkan seluruh sumber daya terbatas yang ada
  3. Memiliki kemampuan mengambil keputusan, memobilisasi sumber daya yang ada, toleransi terhadap perbedaan, dan
  4. Memiliki kemampuan memerangi musuh – musuh kepala sekolah, yaitu ketidakpedulian, kecurigaan, tidak membuat keputusan, mediokrasi, imitasi, arogansi, pemborosan, kaku, dan bermuka dua dalam bersikap dan bertindak.

Peran kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan menurut mulyasa, yaitu :

  1. Kepala sekolah sebagai educator bertugas untuk membimbing guru, tenaga kependidikan, siswa, mengikuti perkembangan iptek, dan member teladan yang baik
  2. Kepala sekolah sebagai manajer berfungsi untuk menyusun perencanaan, mengkoordinasikan kegiatan, melakukan pengawasan, melakukan evaluasi terhadap kegiatan, mengadakan rapat, mengambil keputusan, mengatur proses pembelajaran, mengatur administrasi, dan mengatur tata usaha, siswa, ketenagaan, sarana dan prasarana, keuangan
  3. Kepala sekolah sebagai administrator bertanggung jawab atas kelancaran segala pekerjaan dan kegiatan administratif di sekolahnya
  4. Kepala sekolah sbagai supervisor
  5. Kepala sekolah sebagai leader merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong sekolah dapat mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran sekolah melalui program – program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap
  6. Kepala sekolah sebagai inovator, harus memiliki strategi yang tepat untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan lingkungan, mencari gagasan baru, mengintegrasikan setiap kegiatan,memberikan teladan kepada seluruh tenaga kependidikan di sekolah dan mengembangkan model – model pembelajaran yang inovatif
  7. Kepala sekolah sebagai motivator, harus memiliki startegi yang tepat untuk memberikan motivasi kepada para tenaga kependidikan dalam melakukan berbagai tugas dan fungsinya.

Berdasarkan peran kepala sekolah diatas, dapat disimpulka bahwa peranan kepala sekolah yaitu sebagai fasilitator, motivator, dan supervisor harus memiliki upaya – upaya tertentu, misalnya :

  1. Mengikutsertakan guru – guru dalam setiap kesempatan penataran dan pelatihan, tanpa melihat sisi kedekatan dan kekeluargaan secara personal dari kepala sekolah
  2. Memberikan dorongan kepada guru untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi, karena kualifikasi guru yang memiliki jenjang pendidikan yang lebih tinggi tentu akan mempengaruhi mutu pendidikan yang dihadirkan di lingkungan sekolah, dan
  3. Membantu guru – guru yang mengalami kesulitan dalam mengelola proses belajar mengajar.

Peran kepala sekolah dalam peningkatan mutu pendidikan berdasarkan Permendiknas No. 19 Tahun 2007,

  1. Menjabarkan visi kedalam misi target mutu
  2. Merumuskan tujuan dan target mutu yang akan dicapai
  3. Menganalisis tantangan, peluang, kekuatan dan kelemahan sekolah/madrasah
  4. Membuat rencana kerja yang strategis dan rencana kerja tahunan untuk pelaksanaan peningkatan mutu
  5. Bertanggung jawab dalam membuat keputusan anggaran sekolah/madrasah
  6. Melibatkan guru, komite sekolah dalam pengambilan keputusan penting sekolah/madrasah. Dalam hal ini sekolah/madrasah swasta, pengambilan keputusan tersebut harus melibatkan penyelenggara sekolah/marasah
  7. Merkomunikasi untuk menciptakan dukungan intensif dari orang tua peserta didik dan masyarakat
  8. Menjaga dan meningkatkan motivasi kerja pendidik dan tenaga kependidikan dengan menggunakan system pemberian penghargaan atas prestasi dan sanksi terhadap pelanggaran peraturan dank ode etik
  9. Menciptakan lingkungan pembelajaran yang efektif bagi peserta didik
  10. Bertanggung jawab atas perencanaan partisipatif mengenai pelaksanaan kurikulum
  11. Melaksanakan dan merumuskan program supervise, serta memanfaatkan hasil supervise untuk meningkatkan kinerja sekolah/madrasah
  12. Meningkatkan mutu pendidikan
  13. Member teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi, dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya
  14. Memfasilitasi pengembangan, penyebarluasan dan pelaksanaan visi pembelajaran yang dikomunikasikan dengan baik dan didukung oleh komunitas sekolah/madrasah
  15. Membantu, membina, dan mempertahankan lingkungan sekolah/madrasah dan program pembelajaran yang kondusif bagi proses belajar peserta didik dan pertumbuhan professional para guru dan tenaga kependidikan
  16. Menjamin manajemen organisasi dan pengoperasian sumber daya sekolah/madrasah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, efisien, dan efektif
  17. Menjalin kerja sama dengan orang tua peserta didik dan masyarakat, dan komite sekolah/madrasah menanggapi kepentingan dan kebutuhan komunitas yang beragam, dan memobilisasi sumber daya masyarakat
  18. Member contoh, teladan, atau tindakan yang bertanggung jawab

*MAHASISWI DAN DOSEN IAIN BATUSANGKAR

 

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Komentar