GORONTALO (kabarpublik.id) – Pemerintah Provinsi Gorontalo mengimbau masyarakat tidak melakukan konvoi atau arak-arakan kendaraan setelah pertandingan final Piala Dunia yang digelar pada Senin (20/7) dini hari. Imbauan tersebut disampaikan untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Gorontalo Trizal Entengo mengatakan masyarakat tetap diperbolehkan merayakan kemenangan tim favoritnya, namun harus dilakukan secara tertib dan tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.
“Konvoi tidak hanya mengganggu pengguna jalan lain, tetapi juga berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Selain itu, gesekan antarpendukung juga bisa terjadi apabila tidak dikendalikan,” ujar Trizal di Gorontalo, Sabtu (18/7).
Menurutnya, imbauan tersebut merupakan langkah antisipasi berdasarkan pengalaman saat laga semifinal Piala Dunia. Saat itu, sejumlah kelompok suporter menggelar konvoi di beberapa ruas jalan setelah mengikuti kegiatan nonton bareng.
Trizal menyebut, pada pertandingan semifinal terdapat belasan lokasi nonton bareng di Kota Gorontalo yang dihadiri masyarakat. Setelah pertandingan selesai, sebagian pendukung kemudian melakukan arak-arakan kendaraan di sejumlah jalan utama.
“Kami mengantisipasi agar kejadian tersebut tidak kembali terjadi. Harapannya, suasana setelah final nanti tetap aman dan kondusif,” katanya.
Untuk memberikan ruang bagi masyarakat menyaksikan pertandingan, Pemerintah Provinsi Gorontalo kembali menggelar acara nonton bareng final Piala Dunia di halaman rumah jabatan gubernur.
Panitia menyiapkan satu unit mobil videotron dengan dua sisi layar agar masyarakat dapat menikmati pertandingan bersama. Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie juga direncanakan menghadiri kegiatan tersebut.
“Insya Allah final nanti akan ada nonton bareng lagi. Bapak Gubernur dan Ibu Wagub rencananya hadir. Mari kita menyaksikan pertandingan dengan tertib dan penuh kegembiraan,” ujar Trizal.






