News Update
Live Update Berita Terkini

Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei Ancam Balas Agresi Militer Musuh

Minggu, 1 Nov 2026
Editor: Jamalul Insan
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei serukan dunia Islam bersatu lawan "musuh sejati"(ANTARA/Xinhua/aa.)
Dengarkan dgn suara Siap
6.6K pembaca
ISTANBUL  (Kabarpublik.id) – Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menegaskan bahwa Teheran akan menentukan “waktu dan kondisi” untuk mengakhiri konflik jika musuh-musuhnya kembali melancarkan serangan militer.

“Jika musuh sekali lagi melancarkan serangan militer atau teroris, Angkatan Bersenjata Republik Islam dan bangsa Iran lah yang akan menentukan waktu dan kondisi bagi akhir mereka,” ujar Khamenei dalam pernyataan yang disiarkan oleh televisi pemerintah IRIB pada Sabtu (31/10).

Pernyataan tersebut dirilis menyusul pertemuan Khamenei dengan para pejabat tinggi militer Iran.

Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026

Keterangan foto: Poster peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober.

Dalam pertemuan itu, Pemimpin Tertinggi Iran menginstruksikan para komandan senior untuk memberikan “respons yang segera dan efektif, tanpa batasan geografis terhadap potensi ancaman musuh.”

Ia juga memerintahkan pembaruan daftar target untuk memastikan bahwa seluruh aset Amerika Serikat dan Israel berada “dalam jangkauan angkatan bersenjata”.

Warga tetap menjalani aktivitas sehari-hari di pusat bisnis, kawasan perbelanjaan, dan jalan-jalan kota meskipun ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat meningkat pada Senin (12/10/2026) di Teheran, Iran. (ANTARA/ Anadolu Agency-Fatemeh Bahrami /pri.)

Pernyataan Mojtaba Khamenei muncul setelah Juru Bicara Militer Iran Mohammad Akraminia, sebelumnya pada hari yang sama, memperingatkan bahwa perang jilid dua akan meluas jika Presiden AS Donald Trump kembali melakukan “petualangan di kawasan” bersama Israel.

Ketegangan di Timur Tengah terus memanas sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu, yang direspon oleh Teheran dengan serangan balasan di kawasan.

Meskipun upaya diplomatik sempat ditempuh dengan Washington dan Teheran menandatangani kesepakatan damai pada Juni lalu, tensi politik tetap tinggi akibat perbedaan pandangan terkait pengaturan keamanan dan kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

Sumber: Anadolu (ant)

No More Posts Available.

No more pages to load.