JAKARTA (kabarpublik.id) – Ketua Himpunan Studi Obesitas Indonesia (Hisobi), Prof. Dante Saksono Harbuwono, menegaskan bahwa penerapan gaya hidup sehat atau lifestyle modification menjadi langkah penting untuk menekan risiko diabetes, termasuk pada individu yang memiliki faktor genetik penyakit tersebut.
Dalam acara temu media yang diselenggarakan Anugerah Pharmindo Lestari (APL) di Jakarta, Sabtu (4/7), Prof. Dante mengatakan bahwa perubahan gaya hidup sehat selalu menjadi bagian penting dalam penatalaksanaan diabetes pada semua stadium penyakit.
“Modifikasi gaya hidup selalu menyertai tata laksana diabetes pada setiap tahap. Selain membantu pengobatan, langkah ini juga berperan sebagai edukasi dan pencegahan bagi masyarakat yang belum mengalami diabetes,” ujar Prof. Dante.
Ia menjelaskan, angka kasus diabetes terus meningkat seiring dengan semakin kuatnya faktor risiko genetik yang diturunkan dalam keluarga. Menurutnya, seseorang yang memiliki salah satu orang tua dengan diabetes memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami penyakit serupa. Risiko tersebut akan meningkat signifikan apabila kedua orang tua menderita diabetes.
“Risiko diabetes tidak meningkat secara linier, tetapi eksponensial. Semakin besar faktor genetik yang diwariskan, semakin tinggi pula potensi seseorang mengalami diabetes,” katanya.
Meski demikian, Prof. Dante menegaskan bahwa faktor genetik bukanlah penentu mutlak. Ia mencontohkan, sebagian orang yang memiliki gen diabetes baru mengalami penyakit tersebut pada usia lanjut karena mampu menjaga pola hidup sehat dan mengendalikan kadar gula darah sejak dini.
Karena itu, ia menilai edukasi mengenai perubahan gaya hidup sehat perlu diperluas, terutama kepada individu yang belum menunjukkan gejala diabetes, tetapi memiliki faktor risiko.
Menurutnya, penerapan kebiasaan sehat seperti rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, dan menerapkan pola makan seimbang dapat membantu menurunkan risiko diabetes secara signifikan.
“Modifikasi gaya hidup harus diterapkan di semua lapisan masyarakat, semua kelompok usia, dan dilakukan sedini mungkin. Apalagi, obesitas menjadi salah satu faktor yang membuat seseorang lebih rentan terkena diabetes,” ujarnya.
Prof. Dante juga mengingatkan bahwa berbagai komplikasi diabetes kerap mulai berkembang sebelum seseorang mendapatkan diagnosis resmi. Kondisi tersebut biasanya berkaitan dengan faktor risiko lain, seperti obesitas dan kadar kolesterol yang tinggi.
Karena itu, menurut dia, penanganan obesitas harus menjadi bagian penting dalam strategi pencegahan dan pengendalian diabetes di Indonesia.







