PAGI INI, KAPOLRES POHUWATO TEMUI KORBAN DUGAAN PENGANIAYAAN OKNUM POLISI DI POPAYATO BARAT

Senin, 13 Apr 2020
Korban Penganiayaan oknum Polisi di Popayato Barat.
Dengarkan dgn suara Siap
6.7K pembaca

Laporan : Tim Kabar Publik

Editor : Mahmud Marhaba

Gambar konten
Sumber: Kabarpublik.id

POHUWATO [KP] – Pihak Polres Pohuwato sangat serius menangani persoalan internal di dalam tubuh institusinya. Dugaan penganiayaa yang dilakukan oleh oknum anggota Sabhara kepada pekerja tambang pasir di Popayato Barat akhirnya disikapinya dengan tegas.

Pagi ini, Kapolres AKBP Teddy Rayendra, S.IK., M.IK bertolak ke Popayato menemui para korban. Hal ini disampaikan Kapolres ke kabarpublik.id, Senin (13/04/2020).

Diketahui, adegan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum Polisi tersebut beredar di Medsos dalam durasi video pendek . Pelakunya diduga merupakan anggota Sabhara Polres Pohuwato dengan inisial FD. Dalam video tersebut, FD memerintahkan para korban yang berjumlah 4 orang untuk tiarap. Yang lebih sadis lagi, mereka mendapat perlakukan yang kurang manusiawi dari oknum anggota Polres Pohuwato itu.

Kejadian ini dipicu karena keempat korban ini dianggap ingkar janji terhadap Oknum Polisi itu. Ini disebabkan para korban tiba-tiba mendapat perintah untuk lembur mengangkat material pada lokasi proyek di Popayato Barat. Diduga oknum polisi sudah dikuasi oleh alkohol, penganiayaan pun terjadi.

Mereka ditendang di perut dalam kondisi tiarap, dibentak sambil menerima tendangan dari sang oknum Sabahara itu. Bahkan lebih fatal lagi, mereka mendapat penganiayaan tendang di wajah dan kepala mereka sambil teriak-teriak dan menuduh keempat korban sebagai pencuri. Beruntung oknum polisi itu tidak menggunakan seragam kepolisian.

Adegan bagaikan film India itu terjadi di Sabtu malam, 11 April 2020. Dalam situasi seperti itu, sempat diabadikan melalui video pendek yang akhirnya dijadikan bukti atas tindakan kekerasan oknum polisi.

Teridentifikasi korban berjumlah 4 orang itu masing-masing, HD (37), AA (40), JP (45), dan Fahru (26) yang berprofesi sebagai sopir dan pemilik kendaraan angkutan material pasir.

Kapolres Pohuwato, AKBP Teddy Rayendra pada Minggu kemarin, 12 April 2020 sebagaimana yang dilansir oleh media gorontaloonline.info yang tergaung di Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) mengatakan jika dirinya telah memerintahkan Propam untuk memerika yang bersangkutan. Bahkan, Kapolres pun secara pribadi maupun selaku pimpinan Polres meminta maaf kepada korban dan masyarakat yang ada di Popayato Barat atas kejadian yang menghebohkan itu.

β€œSecara kedinasan saya selaku Kapores meminta maaf. Kepada masyarakat Popayato Barat atas tindakan dan tingkah laku anggota saya. Propam Polres sudah saya perintahkan untuk atensi terhadap pengaduan masyarakat dan akan kita tindak lanjuti,” ungkap Kapolres yang sangat aktif dan dekat dengan masyarakat Pohuwato itu.

Kini pihak Polres Pohuwato sangat serisu menangani hal ini. Kapolres, hingga berita ini diturunkan sedang dalam perjalanan menuju Popayato Barat untuk menemui korban dugaan penganiayaan oknum Polisi.#[KP]

No More Posts Available.

No more pages to load.