Laporan : Ifan S. Saluki
Editor : YR
GORONTALO [kabarpublik.id] – Wali Kota Gorontalo, Marten Taha menjadi salah satu narasumber pada ASEAN Mayors Forum (AMF) terkait inisiatif pemerintah daerah yang berdampak pada agenda Regional-Global pada pembangunan berkelanjutan perkotaan yang peka terhadap iklim. Selasa (29/06/2021)
Pada forum yang dilaksanakan secara virtual tersebut, Marten Taha memaparkan tentang komitmen pemerintah dalam pengendalian dampak perubahan iklim yang terjadi di wilayah Kota Gorontalo. Mulai dari menyediakan ruang-ruang terbuka hijau, sistem sampah terpadu, serta menimalisir tingkat pencemaran udara.
Selain itu kata Marten, Pemerintah Kota Gorontalo juga telah melaksanakan berbagai kebijakan, yakni kebijakan dalam melaksanakan pembangunan infrastruktur, investasi infrastruktur, SDM (Sumber Daya Manusia) atau pekerja, serta sektor lingkungan dan kesehatan.
“Penataan pembangunan infrastruktur sendiri dilakukan mulai dari penataan kawasan kumuh melalui program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh), perbaikan sistem drainase perkotaan, peningkatan sistem penyediaan air minum (SPAM), penanganan sanitasi buruk (tata kelola air limbah), penanganan longsor Check Daam dan tanggul, serta pembangunan tempat pengelolaan sampah reuse reduce recycle (TPS3R),” ucapnya
Untuk pemenuhan investasi infrastruktur sendiri kata Marten, ada beberapa program kegiatan dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Gorontalo yakni penanganan drainase, jalan, air berish, jembatan, MCK, persampahan dan SPAL. Dan dalam penanganan dampak perubahan iklim ini, Pemerintah Kota Gorontalo melakukan evaluasi seberapa besar manfaat yang diterima oleh masyarakat, dan penyerapan tenaga kerja atau SDM.
“Dari hasil evaluasi kami di enam sektor, telah menyerap tenaga kerja dan masyarakat yang merasakan manfaat dari program itu. Seperti air bersih berhasil dimanfaatkan oleh 355 KK, MCK ada 6.301 penerima manfaat, drainase 11.517 KK penerima manfaat, Persampahan 3.677 KK penerima manfaat, jalan dan jembatan 10.744 KK dan SPAL 388 KK penerima manfaat,,,”
“Dan untuk pembangunan lingkungan hidup capaian luas RTH hingga tahun 2020 sebesar 32,11%. Seperti pembangunan dan pemanfaatan RTH di beberapa titik, pengendalian pencemaran udara melalui uji emisi yang dilakukan secara berkala dengan pengujian setiap 6 bulan sekali. Dan terakhir adalah penetapan lahan pertanian pangan berkelanjutan seluas 183Ha, dan kawasan pertanian pangan berkelanjutan seluas 459Ha,” jelasnya
Sementara pada bidang kesehatan, sampai dengan saat ini dalam kondisi pandemi Covid-19, Marten mengatakan Kota Gorontalo masih dalam keadaan terkendali.
“Penanganannya melalui kebijakan sebagaimana instruksi Menteri Dalam Negeri yakni penerapan PPKM Mikro yang diperluas dan dilakukan inovasi bagi Kota Gorontalo dengan menempatkan berbagai komponen dan elemen mulai dari tingkat bawah sampai Kota dalam menangani secara serius pandemi Covid-19,,,”
“Dan hasilnya pun sangat baik, dan menjadikan daerah ini sebagian besar berstatus zona hijau. Dengan artian, program berjalan baik dan tingkat partisipasi masyarakat sangat tinggi,” pungkasnya #[KP]





