Breaking News
Live Update Berita Terkini

Mendes Yandri Gandeng Unida Gontor Bangun Desa, Targetkan Percepatan Pengentasan 9.300 Desa Tertinggal

Kamis, 9 Jul 2026
Editor: Eky
Penulis: @ANT
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto. ANTARA/HO-Kemendes PDT
Dengarkan dgn suara Siap
2.1K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengajak Universitas Darussalam (Unida) Gontor berkolaborasi dalam mempercepat pembangunan desa, khususnya untuk mengentaskan sekitar 9.300 desa tertinggal dari total 75.266 desa di Indonesia.

Ajakan tersebut disampaikan Yandri saat peluncuran Desa Binaan Agrotourism dan Sekolah Wakaf Berkah Indonesia di Jakarta.
Menurut Yandri, pondok pesantren memiliki peran strategis dalam pembangunan bangsa. Kontribusi pesantren, termasuk Gontor yang telah dikenal hingga mancanegara, dinilai sangat penting dalam mendukung pembangunan desa.

“Komitmen pondok pesantren tidak perlu diragukan lagi, apalagi Gontor yang telah dikenal di dalam maupun luar negeri,” ujar Yandri, Rabu (8/7/26)

Ia menjelaskan, pembangunan desa menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui Asta Cita keenam, yakni membangun dari desa dan dari bawah untuk mewujudkan pemerataan ekonomi serta mengentaskan kemiskinan.

Kementerian Desa kemudian menerjemahkan visi tersebut ke dalam program 12 Aksi Bangun Desa, Bangun Indonesia. Program itu mencakup penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Koperasi Desa Merah Putih, ketahanan pangan berbasis desa tematik, pengembangan desa wisata, hingga desa ekspor.

Yandri mengatakan, saat ini desa-desa di Indonesia telah memiliki peluang mengekspor produk langsung ke 49 negara tujuan. Karena itu, ia mengajak Unida Gontor membina desa-desa sesuai potensi masing-masing agar mampu memasok bahan baku Program Makan Bergizi Gratis (MBG) maupun menghasilkan komoditas ekspor.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk menjadi pencipta lapangan kerja, bukan sekadar pencari kerja.

“Saya mengajak para mahasiswa untuk tidak lagi berpikir mencari pekerjaan, tetapi menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat,” katanya.

Terkait pengembangan Koperasi Desa Merah Putih, Yandri mengungkapkan pembangunan gudang, gerai, dan persiapan operasional masih terus berlangsung. Meski demikian, kerja sama dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta produk unggulan desa tetap dapat berjalan. Tenaga kerja yang direkrut juga diprioritaskan berasal dari masyarakat setempat.

Menurutnya, Koperasi Desa Merah Putih, BUMDes, dan desa tematik diharapkan menjadi motor pemerataan ekonomi nasional.

Untuk mendukung percepatan pembangunan desa, Kemendes menerapkan konsep Kolaborasi Octahelix yang melibatkan perguruan tinggi, media, organisasi masyarakat, dunia usaha, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Yandri optimistis pembangunan desa akan semakin efektif jika pondok pesantren turut berperan aktif. Selain memperkuat ekonomi desa, pesantren juga dinilai mampu membantu masyarakat menghadapi berbagai tantangan sosial, seperti penyalahgunaan narkoba dan maraknya judi daring yang mulai merambah wilayah pedesaan.

No More Posts Available.

No more pages to load.