Breaking News
Live Update Berita Terkini

Maskapai AMA Hentikan Sementara Penerbangan di Papua Pascatewasnya Pilot Akibat Penembakan

Sabtu, 4 Jul 2026
Editor: Eky
Penulis: @ANT
Direktur Utama (Dirut) PT AMA Bob Kayadu (kemeja cokelat). ANTARA/Evarukdijati
Dengarkan dgn suara Siap
3K pembaca

PAPUA (kabarpublik.id) – Maskapai Associated Mission Aviation (AMA) memutuskan menghentikan sementara seluruh layanan penerbangan di Papua selama periode 6 hingga 13 Juli 2026. Keputusan tersebut diambil menyusul tewasnya pilot AMA, Nicholas Gosselin, akibat penembakan oleh kelompok bersenjata di wilayah Balingga, Papua.

Direktur Utama PT AMA, Bob Kayadu, mengatakan manajemen telah memutuskan untuk menghentikan sementara seluruh aktivitas operasional sebagai bentuk penghormatan dan duka cita atas kehilangan salah satu pilotnya.

“Kami menghentikan sementara seluruh pelayanan penerbangan karena seluruh personel dan keluarga besar AMA sedang berduka,” kata Bob Kayadu kepada ANTARA, Sabtu (4/7).

Selain operasional penerbangan, aktivitas perkantoran AMA juga untuk sementara dihentikan. Bob menyebut peristiwa tersebut menjadi duka mendalam bagi maskapai yang telah beroperasi di Papua selama 67 tahun.

Menurutnya, insiden penyerangan terhadap pesawat dan awak AMA di Balingga pada Kamis (2/7) merupakan peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah operasional maskapai tersebut.

Ia menegaskan, selama beroperasi di Papua, pesawat AMA tidak pernah digunakan untuk mengangkut personel TNI, Polri, maupun kelompok bersenjata lainnya.

“Ini merupakan kehilangan yang sangat mendalam karena bukan akibat kecelakaan, melainkan tindakan kekerasan yang merenggut nyawa pilot kami,” ujarnya.

Bob berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi di Papua dan keselamatan penerbangan sipil dapat terus terjaga.

Jenazah Nicholas Gosselin telah diterbangkan ke Jakarta pada Jumat (3/7). Selanjutnya, Kedutaan Besar Amerika Serikat akan mengurus proses pemulangan jenazah ke negara asalnya.

Saat ini, Associated Mission Aviation mengoperasikan tujuh unit pesawat jenis Pilatus Porter dan Cessna Caravan dengan dukungan 16 pilot yang bertugas melayani wilayah Papua.

No More Posts Available.

No more pages to load.