Laporan : Nawir / Editor : YR
HALSEL, [kabarpublik.id] – Bencana Alam (Gempa 7,2 SR) yang melanda Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Tahun 2019 lalu menyisakan luka mendalam bagi masyarakat Halsel, banyak sarana umum dan pemukiman rusak, roboh bahkan hancur rata dengan tanah. Salah-satunya Masjid Al-Fajri Desa Awis Kecamatan Gane Barat Selatan
Pada, Rabu (17/11/2021) Masyarakat Desa Awis saat dikonfirmasi wartawan Via Telepon mengatakan, sejak dilanda gempa Minggu 14 Juli 2019 lalu yang merobohkan sebagian dinding Masjid Al-Fajri, hingga saat ini tidak kunjung diperbaiki

“Masjid yang dulunya kami gunakan untuk beribadah kini bagaikan gedung tua yang tidak terurus karena saat ini, Pemerintah Desa sudah memusatkan perhatian mereka untuk perbaikan Masjid namun, Dana Desa terikat dengan regulasi yang tidak memungkinkan untuk memaksimalkan anggaran itu untuk pembangunan tempat ibadah”, kata Uku (sapaan akrab salah-satu masyarakat Desa Awis)
Selain itu, ketua Panitia Pembangunan Masjid Al-Fajri berharap, kerusakan Masjid akibat Bencana Alam itu, bisa dengan segera diperbaiki dan mungkin Pemerintah Kabupaten Halsel dalam hal ini Bupati Hi. Usman Sidik bisa meringankan tangan untuk membantu perbaikan Masjid Al-Fajri di Desa kami

“Sebelumnya bantuan dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) sudah pernah masuk ke sini hanya saja bantuan itu tidak diperuntukkan perbaikan Masjid tapi, membangun bangunan darurat (Mushallah). Untuk itu kami berharap Pemerintah dapat menyalurkan sedikit bantuan agar Masjid kami bisa dengan segera digunakan”,harap Ikram Bunovo (Ketua Panitia Pembangunan Masjid Al-Fajri) [KP]








