“Kami tidak bisa lagi tinggal diam dan menyaksikan Anda mempertaruhkan masa depan kami. Kebijakan penghematan anggaran Anda merampas seluruh harapan kami,” kata Gen Z Regelt (Gen Z Mengambil Alih) dalam surat terbukanya yang dipublikasikan secara daring.
Kelompok pelajar dan mahasiswa tersebut mengkritik pemangkasan belanja sosial, penanganan pemerintah terhadap krisis iklim, kegagalan menanggapi kekhawatiran kaum muda mengenai perang dan konflik, serta rencana menghidupkan kembali wajib militer.
“Semua ini terjadi ketika Anda menolak untuk mendengarkan kami, tidak menganggap serius ketakutan kami, atau mempertimbangkan keberatan kami. Kami sudah muak,” kata kelompok tersebut.
“Kebijakan Anda membawa masa depan kami ke jalan buntu! Oleh karena itu, pada 31 Oktober, kami akan turun ke jalan di lebih dari 20 kota, secara damai, lantang, dan penuh tekad,” ucapnya.
Kelompok pemuda yang terdiri atas pelajar sekolah menengah, mahasiswa, peserta magang, dan profesional muda itu merencanakan demonstrasi besar di Berlin, Hamburg, Munich, Frankfurt, dan Cologne.
Aksi serupa juga direncanakan berlangsung di 27 kota lainnya. Menurut penyelenggara, lebih dari 150.000 orang telah mendaftarkan diri secara daring.
Kelompok pemuda itu menegaskan bahwa aksi unjuk rasa akan berlangsung damai. Tuntutan mereka kepada Kanselir Merz dan pemerintahan koalisinya antara lain mengutamakan “anggaran untuk sekolah, bukan pemangkasan” serta mewujudkan “kehidupan yang terjangkau”, dengan menempatkan kekhawatiran masyarakat sebagai prioritas utama.
Mereka juga menyerukan pembagian beban yang lebih adil, “alih-alih menghemat anggaran dengan mengorbankan generasi muda”, serta menyatakan “menolak wajib militer”.
Selain itu, kelompok tersebut menuntut perlindungan hak-hak dasar yang lebih kuat, “alih-alih memperluas pengawasan”, serta langkah-langkah perlindungan iklim yang serius agar generasi muda tetap memiliki masa depan.
Sumber: Anadolu (Ant)



