Laporan : Ifan Saluki
Editor : YR
GORONTALO [kabarpublik.id] – Jurusan Agama Islam (PAI) IAIN Sultan Amai Gorontalo bekerjasama dengan MTsN 3 Bolaangmongondow Selatan, Provinsi Sulawesi Utara menggelar Seminar Internasional dengan tema “Transformasi Pendidikan di Asia Tenggara”, Selasa (31/10/2023).
MTsN 3 Bolsel dipilih menjadi tempat penyelenggaraan kegiatan seminar internasional ini selain melebarkan kerjasama lintas institusi juga sebagai pembuktian bahwa madrasah di daerah mampu dan berani bahkan mandiri menjadi tuan rumah pada event yang bertajuk “Transformasi Pendidikan di Asia Tenggara”.
Seminar internasional ini diadakan untuk membahas tantangan dan perkembangan dalam bidang pendidikan di Asia Tenggara.
Para pembicara terkemuka dari berbagai negara di kawasan Asia Tenggara telah memberikan pandangan dan wawasannya mengenai transformasi pendidikan yang sedang terjadi.
Topik-topik yang dibahas termasuk inovasi pendidikan, teknologi dalam pembelajaran, dan upaya meningkatkan mutu pendidikan di kawasan Asia Tenggara termasuk pendidikan di daerah tersebut.
Ketua Jurusan PAI Dr. Najamuddin Petta Solong, M.Ag, dalam sambutannya menyampaikan bahwa transformasi pendidikan di Asia Tenggara khususnya di daerah ini bisa terjadi dengan kemauan yang kuat dari semua unsur yang berkepentingan maupun pemerintah selaku pengambil kebijakan.
“Kegiatan kali ini adalah contohnya karena kepala madrasah berani menerima tantangan untuk menjadi tuan rumah dan memiliki kemandirian yang kuat dalam berinovasi dan berkreasi sehingga bisa menjadi modal dasar dalam proses transformasi pendidikan,” ujarnya.
Ia juga menyatakan bahwa materi yang disampaikan oleh narasumber beragam mulai dari menyajikan transformasi pendidikan dari pendekatan budaya, digitalisasi pendidikan pasca covid-19, perubahan kurikulum dan metode pendidikan yang adaptif serta fleksibel dengan kemajuan IPTEK.
Bahkan pada sesi pertama terkesan narasumber cenderung mengulas materi yang menggetarkan nalar sehingga berbeda dengan narasumber dari Malaysia pada sesi kedua yang cenderung menggetarkan hati dalam penyajiannya baik secara daring maupun luring.
Misalnya dalam sajiannya Dr. Ahmad Fakhrurrazi menegaskan bahwa taksonomi afektif mesti dijadikan prioritas dalam mewujudkan masa depan pendidikan yang lebih beradab.
Baginya ilmu itu penting namun yang lebih penting lagi adalah penghayatan terhadap ilmu agar menjadi dirasakan dan bermanfaat.
Najamuddin menguraikan bahwa pendidikan saat ini mesti ditekankan pada upaya mewujudkan visi dan misi Tuhan yaitu agar manusia menjadi hamba dan Khalifah Allah di bumi.
“Itulah sebabnya penting diperhatikan dalam kurikulum yang menekankan aspek kebutuhan belajar peserta didik bukan sekedar menyangkut pengembangan bakat dan minat serta potensi intelektual melainkan perlu memenuhi kebutuhan rohaniah peserta didik yaitu iman dan takwa atau merasa bergantung dan membutuhkan Allah,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala MTsN 3 Bolsel, Rahmat Haluti, S.Pd.I., M.Pd. mengungkapkan rasa bangganya atas kepercayaan yang diberikan oleh Jurusan PAI IAIN Sultan Amai Gorontalo menggelar kegiatan tersebut.
Ia berharap seminar ini akan menjadi wadah berbagi pengetahuan dan pengalaman yang berharga bagi semua peserta.
Sebagai informasi, kegiatan ini dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan Drs. H. Nasri Sakamole, M.S.I..
Adapun yang menjadi Narasumber pada Seminar Internasional ini antara lain, Dr. Maman A. Majid Binfas selaku Sastrawan, Budayawan, Dosen Ilmu Pendidikan/Alumni University Kebangsaan Malaysia, Dr. Ahmad Fakhrurrazi selaku Dosen Universitas Kebangsaan Malaysia.
Selain itu, ada juga Praktisi Pendidikan Islam Malaysia Abi Azman Asfan, Ketua Jurusan PAI FITK IAIN Sultan Amai Gorontalo Dr. Najamuddin Petta Solong, M.Ag, Kepala MAN 1 Kabupaten Gorontalo Dr. H. Rommy Bau, M.Pd.I, Dosen Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar Zulkarnain Hamson, S.Sos. M.Si, National University of Timor Leste/Universidade Nacional Timor Lorosa’e (UNTL) Apolinario Magno, MBA, DBA cand, dan Kepala MTs. Negeri 3 Bolaang Mongondow Selatan Rahmat Haluti, M.Pd.
Seminar internasional “Transformasi Pendidikan di Asia Tenggara” ini berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 31 Oktober hingga 01 November 2023.
Out put kegiatan ini diharapkan akan dijadikan buku sehingga tidak sekedar mengembangkan tradisi lisan melainkan juga tradisi tulisan.
Para peserta yang mengikuti kegiatan ini secara luring berasal dari utusan madrasah yang ada di daerah ini dan secara luring dari berbagai daerah di Indonesia maupun dari luar negeri.
Dalam menghadapi tantangan pendidikan di era globalisasi, seminar ini diharapkan dapat memberikan arah yang jelas dalam mengubah pendidikan di Asia Tenggara menjadi lebih baik dan relevan dengan perkembangan zaman.
Semua pihak yang terlibat berharap acara ini akan menjadi langkah awal menuju perubahan positif dalam dunia pendidikan di kawasan Asia Tenggara.






