oleh

Jelang Lebaran Idul Adha, Disperindag Prov Malut Terjunkan Tim Untuk Pantau Stok Sembako

Laporan : Iswadi
Editor : YR

MALUKU UTARA [kabarpublik.id] – Dinas Perdagangan dan perindustrian (Disperindag) Provinsi Maluku Utara menjalankan fungsi kontrol terhadap stok dan harga Bahan Pokok (Bapok) Jelang Lebaran Idul Adha 1443 Hijriyah / 2022 Masehi.

Kepada awak media saat di wawancarai , Yudhitia Wahan Kadisperindag Malut mengatakatan bahwa Stok dan Harga Sembilan bahan pokok (Sembako) khusus Provinsi Malut jelang lebaran dirinya masih menunggu laporan dari tim pemantau yang dibuatnya untuk terjun ke lapangan.

“Namun fenomena secara nasional untuk komoditi Bawang Rica Tomat (Barito) agak naik”. Ungkap Kadis. Senin (04/07/2022)

Menurut Kadis Jika dibandingkan harga barito di Jakarta harganya naik signifikan, apalagi bawang sekarang diketahui harga bawang di Jakarta perkilo kisaran Rp 80.000, padahal sebelumnya hanya Rp 30.000/perkilo saja.

“Sementata cabe rawit harganya bahkan capai Rp 130/perkilo”. Ujarnya

Kadisperindag Malut Yudhi (sapaan akrabnya) menjelaskan ketika dirinya mengikuti konfrensi pers menteri pertanian, ternyata diketahui bahwa kenaikan harga sembako ini dikarenakan pandemi covid – 19 dan cuaca yang buruk saat ini.

“Kenaikan harga barito sangat dipengaruhi cuaca yang ekstrim “. Tandasnya

Kadisperindag juga menambahkan , pihaknya juga mengirim tim pemantau soal ketersediaan stok dan harga sembako di lapangan dan pihaknya juga menghimbau kepada distributor dan pedagang untuk harga tetap mengacu kepada ketetapan pemerintah.

“Pengawasannya itu mulai dari distributor hingga ke pedagang, karena pedagang acuan harganya dari distibutor, mereka terima berapa, ongkos transportasi berapa dan nanti dijual berapa”.Tambahnya

Pihaknya juga berharap mudah-mudahan momen jelang lebaran Idul Adha untuk harga bapok, dalam hal ini beras dan minyak goreng (migor) curah harganya tetap berada pada hed yang ditentukan pemerintah. Ucapnya berharap dan dirinya juga selalu berkonsolidasi dengan dinas terkait yaitu pertanian provinsi Malut.

“Saya akan terus berkoordinasi dengan Dinas Pertanian, untuk memperkuat petani dan peternak agar pengontrolan harga dapat dilakukan sebaik mungkin. Pungkasnya #[KP]

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Komentar