Jakarta Menuju Global City, Budaya K3 Diperkuat

Senin, 9 Feb 2026
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memimpin Apel Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026 di Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Timur, Senin (9/2/2026).(Sumber: jakarta.go.id)
Dengarkan dgn suara Siap
27.6K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa penguatan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi fondasi penting dalam transformasi Jakarta menuju kota global yang profesional dan berdaya saing.

Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Pramono saat menghadiri Apel Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Provinsi DKI Jakarta dan Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja Tahun 2026 di Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Timur, Senin (9/2/2026).

Apel ini merupakan bagian dari rangkaian Bulan K3 Nasional 2026 yang digelar berdasarkan Keputusan Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor 4 Tahun 2026 tentang Petunjuk Pelaksanaan Bulan K3 Nasional.

Pramono menyampaikan, sebagai pusat pemerintahan dan perekonomian nasional, DKI Jakarta memiliki kompleksitas dunia kerja yang tinggi. Mobilitas tenaga kerja yang besar berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja, sehingga penerapan K3 secara konsisten menjadi kebutuhan mendasar.

“Aspek K3 menjadi fondasi yang sangat penting. Pengelolaan K3 yang baik berdampak langsung pada perlindungan tenaga kerja, peningkatan moral dan kepercayaan pekerja, produktivitas perusahaan, serta daya saing nasional,” ujar Pramono.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen memperkuat budaya K3 sebagai bagian dari agenda besar transformasi Jakarta menuju kota global. Komitmen tersebut sejalan dengan tema Bulan K3 Nasional 2026, “Menuju Lima Abad Jakarta: Penguatan Budaya K3 untuk Mewujudkan Global City yang Profesional.”

“Saya berharap jajaran Dinas Ketenagakerjaan benar-benar memanfaatkan momentum Bulan K3 ini. Jakarta dengan jumlah pekerja yang sangat besar harus menjadikan keselamatan dan kesehatan kerja sebagai prioritas utama,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, Pemprov DKI Jakarta mengusung pendekatan komprehensif melalui kegiatan strategis, promotif, dan implementatif. Kegiatan strategis diwujudkan melalui Apel Bulan K3 sebagai bentuk peneguhan komitmen bersama.

Adapun kegiatan promotif meliputi sosialisasi dan kampanye K3 di media cetak dan elektronik, pemasangan atribut K3 di tempat kerja, seminar Bulan K3, kegiatan olahraga, hingga spiritual reflection gathering. Sementara itu, kegiatan implementatif mencakup penilaian dan pemberian penghargaan K3, pemeriksaan kesehatan pekerja, serta bakti sosial kepada masyarakat.

Pelaksanaan Bulan K3 Nasional 2026 di Provinsi DKI Jakarta diikuti sekitar 600 peserta, terdiri dari aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi), unsur perusahaan, serta perwakilan serikat pekerja dan serikat buruh.

Bulan K3 Nasional berlangsung mulai 12 Januari hingga 12 Februari 2026. Selama periode tersebut, perusahaan di DKI Jakarta didorong untuk melaksanakan program K3 secara mandiri dan berkelanjutan di lingkungan kerja masing-masing.

No More Posts Available.

No more pages to load.