HARDIKNAS DI TENGAH CORONA MENELAN KORBAN LAGI, 188 GURU HONORER MTS TIDAK TERIMA TUNJANGAN INSENTIF

BANDUNG, JABAR257 Dilihat

Laporan : Endang Suherli (JMSI), Editor : Mahmud Marhaba

BANDUNG [KP] – Tepat di hari Pendidikan Nasional tahun 2020 Refleksi tiap tahun keluh kesah guru honorer dengan kesejahteraanya diantara riangnya interaksi guru dan siswa ketika di kelas. Tulusnya kegiatan belajar mengajar ikhlas beramal.

Beredar informasi di grup WhatsApp bahwa tunjangan Guru Honor GBPNS Madrasah Tsanawiyyah Kota Bandung dikurangi yang ditujukan untuk Kepala Madrasah (Kamad)

“Untuk Tahun 2020 kuota penerima Tunjangan Insentif (TI) yang muncul di Akun Simpatika Kota pada bulan April jumlahnya 713 sesuai dengan anggaran yang tersedia pada DIPA Kemenag, oleh karena guru yang bisa di approve dan menerima tunjangan hanya 713, sementara jumlah seluruh penerima 901 orang,” beber Taofik Hidyat, S. Pd

Besaran Tunjangan Insentif yang diberikan sebesar Rp. 250.000/ Perbulan dibayarkan Triwulan untuk guru honorer di bawah Kementrian Agama dengan petunjuk teknis.

Oleh karenanya sesuai dengan Juknis TI untuk mekanisme pelaksanaan penetapan penerima Tunjangan Insentif GBPNS pada point C, jika alokasi DIPA pada Kementerian Agama Kab/Kota tidak mencukupi seluruh kebutuhan usulan Tunjangan Insentif GBPNS, maka harus diprioritaskan untuk :

1. Guru yang memenuhi beban kerja minimal 24 JTM/Minggu;

2. Guru yang memiliki kualifikasi S1/D-IV:

3. Guru yang lebih lama masa tugasnya;

4. Guru yang bukan penerima Tunjangan Profesi dan/atau Tunjangan Khusus.

Taofik Hidyat, S. Pd menambahkan sebagaimana yang dikutip dalam percapakan grup Wakasek Kurikulum MTs Al-Islam mengatakan jika di MTs Al Huda telah mengajukan 3 orang, namun semua tidak muncul.

“MTs Al Huda telah mengajukan 3 orang ternyata ka delete sadayana (Janten teu aya nu cair, saurang-urang acan),” kata Taofik Hidyat, S. Pd yang juga merupakan guru bahasa Indonesia itu, Jumat (01/05/2020).

“Di MTs Al Misbah mengajukan 5, yang cair cuman 1,” imbuhnya.

Dalam beredarnya Jarkom grup WA tentang tunjangan guru honorer Madrasah terungkap keprihatinan banyak pihak.

“Dengan sangat berat hati ada sekitar 188 guru yang tidak menerima TI ini, kesedihan Bapak/Ibu, kesedihan kami juga… pada Awal Tahun sudah kita sampaikan data terbaru untuk kebutuhan Anggaran…. namun sampai proses pencairan dana tambahan belum masuk pada DIPA Kemenag. Untuk itu, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Kami hanya menitipkan salam untuk guru-guru yang tidak bisa menerima tunjangan GBPNS, mudah-mudahan masih ada rezeki dari pintu yang lain untuk para guru honorer,” kata Taofik menciplak percakapan di WAG itu.

 “Merasa Bingung (Bararingung) kalu ada kebijakan dari atas, dibawah selalu ada yang jadi korban,” curhatnya Taofik ke media ini.#[KP]

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
1

Komentar