Doa Lintas Iman di Gunung Padang, Seruan Jaga Bumi pada Hari Bumi 2026

Kamis, 23 Apr 2026
Kegiatan doa lintas spiritualitas di kawasan Gunung Padang, Jawa Barat, Rabu (22/4/26). (Foto: Yoga)
Dengarkan dgn suara Siap
6K pembaca

CIANJUR (kabarpublik.id) – Kegiatan doa lintas iman digelar di kawasan Gunung Padang, Rabu (22/4/26), bertepatan dengan peringatan Hari Bumi. Aksi spiritual ini menjadi ajakan bersama untuk meningkatkan kesadaran menjaga alam di tengah ancaman bencana dan krisis lingkungan.

Kegiatan diprakarsai Dar Edi Yoga dan dipusatkan di Teras 5 Gunung Padang. Acara diikuti para bhiksu, insan pers, serta tokoh lintas komunitas dan organisasi.

Gambar konten
Sumber: Kabarpublik.id

Sejumlah tokoh yang hadir antara lain Arman Suparman, Raldy Doy, serta Asun Gotama. Kegiatan ini juga melibatkan unsur PWI, WALUBI, komunitas lintas agama, hingga pegiat lingkungan.

Dar Edi Yoga menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk refleksi untuk mengembalikan kesadaran manusia terhadap pentingnya menjaga bumi.

“Kami hadir bukan untuk meminta, tetapi untuk bersyukur dan membangun kesadaran. Bumi bukan untuk dieksploitasi, melainkan dijaga. Ini adalah seruan tobat ekologis,” ujarnya.

Ia menilai, berbagai bencana yang terjadi tidak hanya disebabkan faktor teknis, tetapi juga akibat perilaku manusia yang mengabaikan keseimbangan alam.

“Jika manusia tidak lagi menghormati bumi, maka alam akan merespons dengan caranya sendiri,” tambahnya.

Sementara itu, Asun Gotama menekankan pentingnya nilai spiritual dalam menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, harmoni dengan alam merupakan bagian dari ajaran kehidupan yang berlandaskan kesadaran dan welas asih.

“Merawat bumi adalah bagian dari praktik spiritual. Ketika manusia hidup tanpa keserakahan, keseimbangan alam akan terjaga,” ujarnya.

Ketua Harian Artha Graha Peduli, Kent Dixon, menambahkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan tanggung jawab bersama lintas iman dan elemen bangsa.

Gunung Padang dipilih sebagai lokasi kegiatan karena dinilai memiliki nilai historis dan spiritual sebagai ruang refleksi peradaban. Kegiatan ini diharapkan menjadi pengingat bahwa pelestarian lingkungan tidak cukup hanya melalui kebijakan dan teknologi, tetapi juga membutuhkan kesadaran batin.

Acara ini didukung oleh berbagai pihak, termasuk PT QMB New Energy Materials. CEO perusahaan tersebut, Pan Hua, menyatakan komitmennya dalam mendukung transisi energi ramah lingkungan.

Partisipasi ini, menurutnya, merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus mendukung pengembangan energi hijau global.

No More Posts Available.

No more pages to load.