Direktur SMK Kemendikbudristek RI Lakukan Kunjungan ke SMK Negeri 2 Kota Ternate

Senin, 24 Jul 2023
Direktur SMK Kemendikbud Ristek RI Dr. Wardani Sugiyanto, M.Pd bersama sejumlah Kepala SMK di Kota Ternate, Maluku Utara. [Istimewa].
Dengarkan dgn suara Siap
8.6K pembaca

Laporan : Yadi / Editor : YR

MALUKU UTARA [kabarpublik.id] – Direktur Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Diksi) Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia Dr. Wardani Sugiyanto, M Pd melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Pendidikan SMK Negeri 2 Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, Senin (24/07/2023).

Gambar konten
Sumber: Kabarpublik.id

Dalam kunjungan kerja tersebut, Wardani Sugiyanto bersama rombongan disambut dengan tarian Soya-Soya dan disaksikan oleh Kepala SMK Negeri 2 Kota Ternate, Djunaidi S.Pd, M. Pd, Wakasek Bidang Humas, dewan guru dan staf serta sejumlah Kepala SMK di Maluku Utara.

Dalam kesempatan itu, Wardani Sugiyanto mengatakan, potensi sumber daya alam (SDA) Maluku Utara sangat luar biasa. Salah satunya potensi wisata.

Potensi ini kata Wardani, akan berhasil jika di dukung oleh SMK atau pendidikan vokasi untuk dikembangkan.

Direktur SMK Kemendikbud Ristek RI Wardani Sugiyanto, dengan didampingi Kepala SMK Negeri 2, Djunaidi saat melihat langsung mesin CNC yang dimiliki SMK 2 Kota Ternate. [Istimewa].

“Di Maluku Utara ini, mari kita gerakan paling tidak 70 persen lulusan SMP itu harus masuk ke SMK, supaya mereka sudah punya keterampilan khusus,,,”

“Dengan memiliki keterampilan tersebut, maka siswa saat sudah berusia 19 tahun akan siap bekerja. Ini akan kita kembangkan ke depan agar anak-anak bekerja sambil belajar,” Kata Wardani usai melakukan pertemuan dengan sejumlah pimpinan Sekolah Menengah Kejuruan di Maluku Utara.

Dirinya juga mengatakan, bahwa pihaknya menargetkan 20 ribu siswa akan berkerja dan belajar diluar negeri bersama Politeknik. Hal ini dilakukan agar para siswa ini, bisa memiliki pengalaman kerja.

“Sehingga pengalaman yang mereka dapat selama berada di luar negeri dapat diterapkan di Indonesia,” Ujarnya.

Sementara itu untuk menanggulangi kekurangan guru SMK kata dia, pemerintah telah menyiapkan pemenuhan kekurangan guru melalui rekrutmen atau pengangkatan guru ASN berstatus pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK)

“Selain rekrutmen PPPK bagi guru honorer yang telah mengabdi di SMK, pemerintah juga menyiapkan siswa SMK dan mahasiswa yang mau menjadi guru. Jadi kita berikan beasiswa kepada siswa, mahasiswa di politeknik maupun universitas untuk menjadi guru,” ungkap Wardani.

Terakhir Wardani berharap, bahwa hal ini bisa mempercepat pengisian guru kejuruan yang akan menggantikan guru -guru yang akan pensiun pada tahun 2024 mendatang.

No More Posts Available.

No more pages to load.