oleh

Diduga Rugikan Nasabah, UPC Pegadaian Ampana di Polisikan

Laporan Budi Dako/ Editor: YR

TOUNA [kabarpublik.id] – Pengelola Unit Pegadaian Cabang (UPC) Ampana di Polisikan Nasabah.

Hal ini karena nasabah diduga merasa dirugikan oleh pihak pengelolah pegadaian ampana,” kata Sara kepada kabarpublik.id, Jumat 5 Mei 2022.

Pasalnya, kata dia, taksiran pengambilan emas dipegadaian UPC Ampana terlalu rendah dari harga jual saat itu.

Menurut Sara, harga jual emas saat korban gadaikan perhiasannya pada 14 januari 2020, berada dibawah level 1 juta per gram.

“Sayang pihak pegadaian saat itu, hanya menaksir perhiasan kalung emas, seberat 9,68 gram senilai Rp.5.281.841. Uang pinjaman ditambah addendum seluruhnya senilai Rp.4.840.000,”ujarnya.

Diketahui, kami sudah dua kali addendum atau menambah kontrak hinga tanggal jatuh tempo (13/5/2021).

Sementara perhiasan gelang dubai, seberat 15,0 gram dengan taksiran Rp.11.406.981. Uang pinjaman ditambah addendum seluruhnya Rp.10.480.000. Tanggal kredit (26/10/2020), dan jatuh tempo (22/2/2021),” jelas Sara.

Lucunya, pimpinan pegadaian menyampaikan bahwa surat gadaiannya yang sudah jatuh tempo atau dilelang tidak bisa terbaca oleh sistym.

Nah, bagaimana misalnya dengan uang kelebihan hasil lelang, apakah masih ada atau tidak ?

“Tanya nasabah saat mengahiri perbincangan dengan pimpinan pegadaian,”tutur Sara.

Sementara itu, ketika dikonfirmasih awak media ini, pimpinan pegadaian membenarkan bahwa perhiasan milik nasabah inisial (R) tersebut sudah jatuh tempo dan sudah dilelang.

“Ini barang jaminan yang sudah jatuh tempo dan telah dilelang tidak bisa terbaca oleh sistym,”pungkasnya. #(KP)

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Komentar