Breaking News
Live Update Berita Terkini

Badan Geologi Turunkan 3 Tim Tanggap Darurat ke Sulut dan Malut Pascagempa M7,3

Minggu, 5 Apr 2026
Editor: Eky
Ilustrasi titik gempa. (esdm.go.id)
Dengarkan dgn suara Siap
38.4K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menerjunkan tiga tim tanggap darurat ke wilayah terdampak gempa bumi di Sulawesi Utara dan Maluku Utara.

Dikutip dari lama esdm.go.id, diketahui bahwa tim pertama tiba di Manado pada Minggu (5/4/2026) dan langsung menuju lokasi terdampak untuk melakukan penyelidikan, pemetaan pascabencana, pemantauan intensif, serta memberikan rekomendasi teknis mitigasi kepada pemerintah daerah dan masyarakat.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, menyampaikan bahwa pengiriman tim merupakan bagian dari respons cepat pemerintah dalam penanganan bencana geologi.

“Sebagai bentuk tanggung jawab dalam mitigasi bencana geologi, kami telah memberangkatkan tim tanggap darurat ke Sulawesi Utara. Tim berikutnya dijadwalkan berangkat pada 6 dan 8 April,” ujarnya di Bandung, Minggu (5/4).

Menurut Lana, tim terdiri dari ahli pemetaan struktur geologi, ahli kegempaan, dan praktisi mitigasi bencana. Mereka akan mengidentifikasi karakteristik gempa serta dampaknya terhadap stabilitas tanah dan bangunan di wilayah terdampak.

Gempa berkekuatan magnitudo 7,3 yang terjadi pada 2 April 2026 dipicu aktivitas zona penunjaman ganda dengan mekanisme sesar naik berarah barat daya–timur laut.

“Deformasi dasar laut akibat sesar naik memicu tsunami setinggi 20 hingga 75 sentimeter yang terekam di beberapa stasiun milik Badan Informasi Geospasial,” jelasnya.

Berdasarkan laporan awal, kerusakan di Sulawesi Utara dan Maluku Utara umumnya terjadi di wilayah dengan tanah lunak atau batuan yang belum padat. Kondisi ini meningkatkan potensi bahaya lanjutan seperti retakan tanah, likuefaksi, dan pergerakan tanah.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat telah terjadi 921 gempa susulan sejak gempa utama, menandakan aktivitas seismik masih berlangsung.

Pemerintah mengimbau masyarakat tetap waspada, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi terkait gempa maupun potensi tsunami.

“Masyarakat di wilayah rawan gempa diharapkan tetap tenang, waspada, dan mengikuti arahan resmi dari pemerintah,” pungkas Lana.

No More Posts Available.

No more pages to load.