Breaking News
Live Update Berita Terkini

Apa yang Anda Siapkan Ketika Berjumpa Ramadhan

Selasa, 17 Feb 2026
Editor: Eky
Dengarkan dgn suara Siap
32K pembaca

Oleh: H. Abdullah Sugiyanto

Kehadiran bulan Ramadhan merupakan kabar gembira terbesar bagi orang beriman. Bulan yang dinanti jutaan umat muslim ini memiliki sarat makna dan keisitimewaan yang luar biasa dibanding bulan lainnya. Bicara bulan kemuliaan ini sebagaimanan dalam Hadits shoheh Bukhari Muslim, Rasulullah mengatakan bahwa “Apabila datang Ramadhan, maka pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup dan syaitan-syaitan dibelenggu.” Bahkan seluruh amal dilipatgandakan dosa-dosa diampuni. Lantas pertanyaannya apa yang kita siapkan ketika berjumpa Ramadhan agar ibadah kita bisa optimal.

Berbagai referensi bisa dijadikan pedoman, bagaimana menyiapkan bulan mulia ini tidak lewat begitu saja tapi bermakna. Ada poin penting yang menjadi atensi dan harus kita siapkan yaitu:

Pertama: Membersihkan hati. Hati selain sumber kebenaran dan kebaikan, hati juga sebagai penentu amal. Hati yang bersih akan melahirkan amalan yang baik, sebaliknya hati yang kotor dan ternodai akan merusak amal. Hati yang sakit akan berdampak kepada amal, artinya amal yang datang dari hati yang sakit maka tidak maksimal, bahkan bisa mubadzir atau tidak diterima Allah Subhana Wata’ala .

Sebagaimana dalam hadits shoheh, riwayat Bukhori Muslim yang artinya Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging, jika ia baik maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad., ketahuilah bahwa ia adalah hati.

Begitulah pentingnya mengatur hati agar tetap lurus tidak dikotori oleh perkara-perkara dunia yang yang berdampak kepada amalan yang tidak diterima Allah.
Dalam sebuah riwayat lain Rosulullah bersabda,” Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, akan tetapi allah melihat hati dan amal kalian”.

Lalu bagaimana cara membersihkan hati, diantaranya adalah: 1). Hilangkan perasaan negatif. perasaan negatif bagian dari penyakit hati seperti iri, dengki, marah, sombong, riya’ dan prasangka buruk (su’udzon). 2). Berani memaafkan kesalahan orang lain. Manusia adalah tempat salah dan khilaf, kadang perbuatan dalam pandangan kita tidak salah ternyata salah bagi orang lain, maka permintaaan maaf lebih baik. 3).Tingkatkan rasa syukur. Artinya fokus pada nikmat yang telah diberikan oleh Allah. Apapun itu harus disyukuri. Semakin bersyukur maka akan ditambah nikmatNya, dan sebaliknya apabila kufur nikmat tunggulah adzab Allah yang amat pedih. 4). Arahkan hati fokus ibadah kepada allah, karena hati yang bersih akan meningkatkan kualitas ibadah dan mendapatkan manfaat yang lebih besar dari bulan Ramadhan.

Kedua: Senang dan gembira. Ramadhan merupakan kabar gembira bagi umatnya Rosulullah SAW. hal ini tidak terjadi pada umat-umat sebelumnya, maka kita harus senang dan gembira disaat menyambut ramadhan. Perasaan senang dan gembira secara otomatis akan memotivasi dalam mengerjakan amaliyah Ramadhan. Ketika Ramadhan diserahkan kepada kita, bagaimana mengelola Ramadhan ini bisa berjalan dengan baik dan maksimal, sehingga kita memiliki target dengan segala amalan yang kita lakukan.

Selain itu puasa Ramadhan ibarat memasuki sebuah telaga, yaitu dibersihkan dengan air telaga direndam didalamnya sehingga seluruh kotoran dan daki-daki menjadi hilang dan bersih, maka ketika keluar dari telaga menjadi suci. Begitu juga ketika masuk bulan Ramadhan dimandikan dengan segala amaliyah mulai dari puasa, sholat teraweh, tilawah qur’an, sedeqah dan berbagai kebaikan lainnya, maka ketika nanti keluar dari Ramadhan akan menjadi manusia yang bersih dan fitrah sebagaimana bayi baru lahir.

Ketiga; Komitmen menjaga nilai puasa. Ibadah puasa merupakan ibadah privat, artinya hanya Allah Subhana Wata’ala dan yang menjalankan ibadah puasa itu yang mengetahui. Tak ada seorangpun yang bisa menjamin dan mengetahui kalau seseorang berpuasa.
Dan Puasa ini hanya untuk Alllah dan Allah sendiri yang akan memberikan balasannya. Oleh karen itu kita harus menjaga nilai puasa.

Keempat: Berdoa. Para ulama salaf atau para salafussholeh berdoa selama enam bulan agar dipertemukan bulan ramadhan, dan pasca ramadhan juga berdoa selama enam bulan agar ibadah puasa yang telah dijalani diterima Allah Subhana Wata’ala. Ini menunjukkan betapa pentingnya nilai ramadhan dalam upaya peningkatan iman dan taqwa. Dibalik makna tersebut ada kekawatiran dari para ulama salaf selain tidak dipertemukan bulan ramadhan, juga ibadah puasanya takut tidak diterima Allah.

Dari sini tentu kita bisa mengambil ibrah/pelajaran bahwa ketika kita dipertemukan dengan bulan Ramadhan harus mampu menjadikan bulan tersebut sebagai momentum untuk mempersiapkan bekal yang terbaik, sehingga harus dijalani dengan ikhlas dan sebaik-baiknya, jangan sampai lewat begitu saja tanpa makna. Karena belum tentu kita dipertemukan Ramadhan pada tahun berikutnya.

Semoga perjuangan ketika puasa ramadhan nanti dijadikan Allah sebagai bekal kelak di yaumul qiyamah dan diterima sebagai amal sholeh. Aamiin ya robbal ‘alamiin.
Wallahu ‘alam bi showab.

No More Posts Available.

No more pages to load.